BETANEWS.ID, KUDUS – Banner bertuliskan Es Campur Sumbere Urep Pak Dhe Jamboel tampak di Jalan KH. Noorhadi, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Terlihat seorang laki-laki tengah sibuk mempersiapkan bahan serta alat-alat yang akan digunakan untuk berjualan. Dia adalah Taufik (37) penjual Es Campur Sumbere Urep.
Taufik mengatakan sebelum terjun di dunia kuliner, dahulunya sempat berjualan helm. Namun, ia mengalami kebangkrutan sebab, helm yang dijual tidak ber SNI.
Baca Juga: Kesehatan Jadi Alasan Darwati Tetap Semangat Sekolah di Usia Lanjut
Kemudian, setelah mengalami kebangkrutan itu, Taufik mencoba peruntungan di dunia kuliner berjualan es campur, dengan ikut bersama tetangganya pada tahun 2009 lalu.
Tak berhenti disitu, rintangan yang dialami Taufik. Sekitar, tahun 2016 lalu warung es campur tempatnya bekerja itu, yakni di depan DPR sempat mengalami penggusuran. Sehingga, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya itu.
Sekitar satu tahun lamanya, ia sempat menganggur karena, tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan. Sempat bingung mencari pekerjaan baru. Pada tahun 2017, dengan tekad dan dukungan orang sekitar. Ia memberanikan diri membuka usaha es campur. Dengan modal yang seadanya, Taufik membuka usaha tersebut.
“Nama Pak Dhe Jamboel Dipilih supaya mudah diingat oleh masyarakat,” bebernya.
Menurutnya, penghasilan yang diperoleh jauh berbeda ketika, ia berjualan di depan DPR dahulu. Karena tempatnya yang saat ini kurang strategis sehingga, penjualan menurun. Tetapi, ia mengatakan tidak ingin berpindah tempat lantaran sudah memiliki pelanggan tetap. Sebab, menurutnya saat ini sulit untuk mencari pelanggan lagi.
Baca Juga: Dari Hobi Jadi Ladang Rezeki, Ini Kisah Bayu Rintis Kedai Mi Level dari Kecintaannya pada Mi
Tentunya, selama membuka usaha tersebut, tidak selalu berjalan lancar. Ia mengungkapkan adanya beberapa kesulitan yang dialami.
“Dari tahun 2017 hingga sekarang tempatnya disini. Awal membuka usaha es campur ini, kendalanya ada pada modal. Karena, saat itu belum cukup uangnya untuk membuka usaha es campur,” jelas Taufik warga asal Demangan Kudus itu.
Editor: Haikal Rosyada

