81 Lansia di Jepara Semangat Ikuti Wisuda BKL Senja Lestari

BETANEWS.ID, JEPARA – 81 Wisudawan yang berasal dari Bina Keluarga Lansia (BKL) Senja Lestari yang berada di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara tampak antusias mengikuti prosesi wisuda setelah satu tahun menempuh pendidikan.

Plt Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara, Muh Ali menjelaskan bahwa 81 wisudawan tersebut menjadi wisudawan angkatan pertama di BKL Senja Lestari.

Baca Juga: Pemkab Jepara Luncurkan Portal Atarazka, Apa Itu?

-Advertisement-

BKL Senja Lestari merupakan sekolah lansia pertama yang ada di Jepara. Sekolah tersebut baru didirikan pada Bulan September tahun 2022 lalu dan dibiayai oleh anggaran dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah.

Dalam menyelenggarakan sekolah tersebut terdapat tiga standar pendidikan yaitu S1, S2, dan S3 dengan waktu studi (pembelajaran) masing-masing tingkatan selama satu tahun.

“Jenjang pendidikan nya ada tiga, pendidikan satu tahun dimanakan S1, kemudian kalau setelah ini ada program lagi kelanjutannya adalah S2, tambah satu tahun,” katanya usai kegiatan prosesi wisuda, Kamis (17/11/2023) di Gedung Shima, Kabupaten Jepara.

Namun karena anggaran tersebut berasal dari BKKBN Provinsi, keberlanjutan program jenjang S2 menurutnya juga menyesuaikan dengan anggaran dari Provinsi. Jika anggaran tersebut kembali disediakan maka program tersebut juga akan berlanjut.

Sekolah Lansia tersebut menurutnya diadakan dengan tujuan agar para Lansia yang ada di Kabupaten Jepara meskipun sudah berusia diatas 60 tahun tetapi dapat hidup sehat, bahagia, tetap produktiv, tidak mudah sakit, ketahanan keluarganya terjamin, serta dapat bermanfaat untuk anak dan cucunya.

Baca Juga: Waduh, Jepara Ternyata Belum Jadi Kota Ramah Gender

“Kita pengen meniru Lansia yang ada di luar sana, agar lansia di Jepara produktivitas nya bisa tetap baik sehingga perlu kita jaga dengan kita adakan sekolah Lansia,” ujarnya.

Adapun materi pembelajaran yang didapatkan oleh para Lansia tersebut menurutnya terdiri dari tujuh dimensi, yaitu dimensi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER