BETANEWS.ID, DEMAK – Pemilihan kepala desa (Pilkades) gelombang kedua Tahun 2023 di Kabupaten Demak, Minggu (8/10/2023) sempat mengalami kericuhan. Tiga desa memanas saat berlangsungnya proses pemungutan suara.
Kapolres Demak, AKBP Muhammad Pubaya mengatakan, dari 54 desa yang mengikuti Pilkades gelombang kedua tahun ini terdapat tiga desa yang terjadi kericuhan. Adapun desa tersebut di antaranya, Desa Kembangan Kecamatan Bonang, Desa Klitih Kecamatan Karangtengah, dan Desa Lempuyang Kecamatan Wonosalam.
Baca Juga: Satu Desa di Demak Tidak Ikut Pilkades, Jabatan Akan Diisi Pj
Dua desa memanas, lantaran terjadi gesekan antar pendukung calon kepala desa yang menggunakan atribut di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Ada beberapa tempat, jadi ada dua hanya gesekan bukan kerusuhan antar pendukung dimana pada saat proses memasuki TPS, antar masing-masing pendukung pingin duluan. Sehingga saat antri masuk TPS terjadi gesekan,” katanya.
“Tapi Alhamdulillah berkat sigap teman-teman pengamanan, baik TNI, Polri, Linmas, itu bisa kita cepat menanggulanginya,” imbuhnya.
Sedangkan Desa Lempuyang Kecamatan Wonosalam, lanjutnya disebabkan surat undangan diganti dengan uang yang dilakukan oleh salah satu calon kepala desa.
“Kalau Lempuyang Wonosalam tapi tidak terlalu lama, itu ada indikasi surat undangan yang diambil kemudian diganti uang oleh salah satu peserta calon,” terangnya.
Baca Juga: DPRD Demak Sayangkan Tidak Dilibatkan Dalam Rencana Pembangunan Rusun Purwosari
Meskipun begitu, ia menjamin pilkades dapat berlangsun normal kembali. Untuk antisipasi pihaknya telah menyiapkan tenaga pengamanan tambahan saat proses perhitungan suara.
“Tadi kita sampaikan ke pihak pengamanan, kita akan membagi apabila ada pendukung kita bagi dua tempat. Setalah itu pun, apabila membubarkan diri kami juga mengawal masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing agar tidak menggerombol,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

