BETANEWS.ID, PATI – Dua kali musim tanam, petani di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, mengalami gagal panen padi. Penyebabnya adalah banjir dan serangan virus Tungro.
Kali ini, pada masa tanam (MT) 3, petani kembali mengalami gagal panen. Penyebabnya yaitu kekeringan, akibat musim kemarau. Pengairan untuk lahan pertanian tak mumpuni untuk mencukupi kebutuhan tanaman padi.
Baca Juga: Panen Gagal Total, Tahun Ini Petani di Mintobasuki Pati Alami Paceklik
Tanaman padi yang saat ini sudah berumur sekitar dua bulan, tidak bisa terselamatkan lagi. Hamparan lahan persawahan tampak tanahnya retak-retak, begitupun dengan tanaman padi yang ikut mengering.
Melihat kondisi tersebut, Parmin, Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Desa Mintobasuki menyebut, bahwa tanaman padi yang seharusnya sekitar satu setengah bulan lagi tersebut bisa dipanen, kini tak bisa diselamatkan lagi.
“Kalau melihat kondisi kayak gini, petani hanya pasrah. Karena daripada menyelamatkan padi yang seperti ini, lebih baik uangnya untuk beli beras mas,” ujarnya, Jumat (6/10/2023).
Ia menyebut tahun ini sangat parah, karena petani harus mengalami gagal panen hingga tiga kali.
Sedangkan untuk kerugian yang dialami akibat gagal panen ini, berkisar Rp21 juta per hektarenya. Biaya itu sudah termasuk untuk kebutuhan pupuk maupun tenaga perawatan.
Baca Juga: Pengelola Kandang Ayam Serutsadang Pati Janji Hilangkan Bau Kotoran
Ia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan terkait dengan kondisi petani saat ini yang selama setahun mengalami gagal panen hingga tiga kali.
“Ya minta tolong kepada pemerintah agar ada bantuan untuk petani. Jujur mas, ini parah sekali, setiap tanam harus gagal panen,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

