31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Panen Gagal Total, Tahun Ini Petani di Mintobasuki Pati Alami Paceklik

BETANEWS.ID, PATI – Petani di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, menghadapi cobaan berat tahun ini dengan mengalami paceklik. Sebagian besar petani, tahun ini mengalami gagal panen, yang disebabkan oleh serangkaian bencana alam dan penyakit tanaman yang melanda wilayah mereka.

Musibah dimulai pada awal tahun ketika desa ini dilanda banjir parah akibat curah hujan yang tinggi. Banjir merendam lahan pertanian selama beberapa bulan, sehingga mengakibatkan tanaman padi yang sudah ditanam tergenang air dan rusak. Petani pun kehilangan sebagian besar tanaman mereka.

Baca Juga: Pengelola Kandang Ayam Serutsadang Pati Janji Hilangkan Bau Kotoran

Masalah belum berakhir di situ. Serangan virus Tungro menimpa tanaman padi yang masih bertahan setelah banjir mereda.

Virus Tungro ini menyebar dengan cepat dan merusak tanaman padi yang tersisa. Petani di Desa Mintobasuki berjuang keras untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, tetapi kerugian terus bertambah.

Kemudian, tanpa hujan yang memadai, desa ini menghadapi masalah kekeringan yang parah. Air menjadi semakin langka, menghambat upaya penyelamatan pertanian. Upaya untuk membendung dampak kekeringan dengan menggunakan irigasi terbatas juga tidak cukup mengatasi masalah ini.

“Kondisi pertanian di Desa Mintobasuki, khususnya yang di dekat sungai, tahun ini parah sekali, gagal total. Termasuk MT (masa tanam) 1, kebanjiran, kemudian MT 2 gagal panen karena virus Tungro dan yang MT 3 seperti sekarang ini, kekeringan, ” ujar Parmin, Ketua Kelompok Tani Mekarsari Desa Mintobasuki, Jumat (6/10/2023).

Menurutnya, khusus untuk MT 3, jumlah lahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan mencapai puluhan hektare.

“Ya banyak mas, ini saja untuk lahan bengkok desa itu ada 8 hektare. Itu gagal semua. Belum milik perorangan, ya bisa puluhan hektare,” imbuhnya.

Hingga kini, usia tanaman padi yang terlanjur ditanam tersebut berkisar 2 bulan.Dengan kondisi kekeringan seperti sekarang ini, tanaman padi juga terlihat ikut mengering, karena tidak dapat pengairan sama sekali.

Sebenarnya, petani bisa saja mengairi sawah mereka dari sungai, namun, hal itu urung dilakukan karena kondisi airnya payau atau asin. Jika dipaksakan, juga akan merusak tanaman.

Baca Juga: Geruduk Balai Desa Serutsadang Pati, Warga Minta Kandang Ayam Ditutup

Pada bulan September lalu, katanya juga ada gelontoran air dari Waduk Kedungombo. Namun, hal itu menurutnya sudah terlambat, sehingga tanaman sudah tidak bisa lagi tertangani.

“Bulan kemarin sebenarnya dapat gelontoran dari Kedungombo, tapi terlambat. Digelontorkan tanggal 15, tapi sampai sini tanggal 20. Habis itu ada rob lagi,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER