BETANEWS.ID, DEMAK – Kemarau panjang mengakibatkan pertanian di Kabupaten Demak terlambat melakukan masa tanam padi (MT 1). Sejumlah area persawahan bahkan dibiarkan mengering karena air irigasi yang tak kunjung membasahi lahan pertanian.
Berdasarkan pantauan betanews.id, sebagian para petani di Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak baru menebar benih padi dan membajak sawah. Meskipun dengan keterbatasan air dari saluran irigasi Kali Jratunseluna, para petani mencoba nekat melakukan uji coba MT 1.
Baca Juga: Pagar Plastik Jadi Senjata Petani Ketanjung Demak Basmi Tikus
Sayangnya, tidak banyak petani mampu melakukan itu. Sawah milik Romdon (51) yang berada di Desa Ngaluran, bahkan nyaris tak terairi. Lahan seluas satu setengah hektare itu, rencananya mau ditanami benih padi, akan tetapi melihat kondisi air yang nihil terpaksa ia urungkan niat itu.
“Katanya airnya itu digilir sama daerah Kudus, selama tiga hari. Tapi yang namanya petani, kalau tidak hujan tidak mencukupi meskipun bergilir, ini saja sudah kering lagi,” katanya, Selasa (3/9/2023).
Jika kondisi air tidak berubah, ia khawatir benih padi yang baru ia tebar tidak bisa tumbuh dan mati. Ia tidak bisa memastikan kapan memulai bercocok tanam lantaran situasi air yang minim.
“Otomatis menunggu keadaan, belum bisa menentukan. Namanya petani entah itu untung rugi dicoba dulu menebar benih,” ujarnya.
Keresahan sama juga dirasakan petani Desa Undaan Kidul, Sutar (50). Menurutnya jika MT 1 mengalami kemoloran lagi, lahan seluas dua setengah hektare miliknya tidak bisa menuai hasil panen raya tahun depan.
“Kemarin katanya 15 September tapi nyatanya air belum bisa ke sawah. Kalau mundur lagi nanti benih saya jadi korban, tidak bisa tanam,” paparnya.
Baca Juga: Tak Ingin Kena Banjir Lagi, Petani Ketanjung Demak Inisiatif Ajukan Jadwal MT 1
Padahal, Sutar sudah memperkirakan akan panen pada bulan Februari 2024 dengan hasil 24 ton gabah. Jika kekeringan terus berlanjut ia terancam akan rugi puluhan juta karena tidak bisa melakukan MT 1.
“Kalau hari ini bisa menerbar benih, kira-kira baru bisa tanam tanggal 23 Oktober. Kecuali airnya lancar, jika tidak, ya tidak bisa,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

