Mayoritas Karyawan Pabrik di Jepara Berasal dari Luar Daerah

BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jepara Raya, Yopi Priam Budi mengatakan bahwa perusahaan manufaktur atau pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Jepara lebih banyak merekrut karyawan dari luar daerah Jepara.

Ia mencontohkan seperti di perusahaan tempatnya bekerja yaitu PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia Jepara Factory (SAMI-JF) dari 5735 karyawan, hanya sekitar 1.540 atau 30% dari total karyawan yang berasal dari daerah Jepara.

Baca Juga: Antisipasi Jadi Tempat Mesum, Desa di Jepara Buat Barcode Khusus

-Advertisement-

Hal ini menurutnya karena mental bekerja para karyawan yang berasal dari Jepara masih rendah. Mereka menurutnya banyak yang ingin gajinya besar tetapi enggan untuk bekerja atau turun langsung ke lapangan.

“Sehingga para pemilik perusahaan ini ketika ada perekrutan karyawan lebih memilih pekerja yang berasal dari luar daerah Jepara,” katanya pada Kamis (12/10/2023) saat ditemui di PT SAMI-JF, Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Sedangkan anak muda yang berasal dari daerah Jepara sendiri menurutnya lebih banyak bekerja di luar daerah Jepara seperti Jabodetabek yang memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK) lebih tinggi ketimbang Kabupaten Jepara.

“Seperti contohnya di perusahaan tempat saya bekerja di PT SAMI mayoritas pekerjanya juga lebih banyak yang berasal dari luar daerah Jepara, dan 90% pekerjanya adalah perempuan,” tambahnya.

Ia kemudian menambahkan bahwa rendahnya mentaliti bekerja para anak muda yang ada di Jepara bisa jadi diakibatkan karena ciri khas dari Generasi Z atau generasi yang lahir di tahun 2000 an.

Baca Juga: Meski Tumbuh Pesat, Pj Bupati Jepara Harap BPR BKK Tetap Terus Berinovasi

Dimana mereka menurutnya lebih suka bekerja di tempat yang nyaman tetapi menghasilkan income atau pendapatan yang lebih besar.

“Gen Z ini kan mereka lebih dekat dengan teknologi, dan dari sana bisa memberikan pendapatan yang lebih besar. Apalagi mereka maunya upah banyak tetapi nggak mau di lapangan,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER