BETANEWS.ID, KENDARI – Indonesia merupakan negara rawan bencana, karenanya mitigasi bencana harus ditingkatkan untuk dapat meminimalisir dampak bencana. Sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana, perlindungan bagi relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinilai sangat penting.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas C. Penanggungan yang juga sebagai Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah mengatakan, seluruh elemen bangsa harus mampu mengenali ancamannya, memahami risiko, dan meningkatkan mitigasi bencana.
Baca Juga: Bergas Dapat Tugas Khusus dari Kemendagri di Pemilu 2024, Apa Itu?
“Kita harus membangkitkan kesadaran seluruh elemen masyarakat bahwa potensi bencana ada di sekeliling kita. Maka, mitigasi bencana ini menjadi hal utama yang harus diperhatikan dan dijadikan sebagai pegangan masyarakat,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2023, di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (12/10/2023).
Selain mengimbau akan pentingnya kesadaran bencana, Bergas juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kerja bagi relawan BPBD agar mereka merasa nyaman dan aman saat bertugas. Mengingat, relawan BPBD sangatlah berisiko dan selalu berhubungan dengan marabahaya.
“Maka, saya mendorong rekan-rekan pemerintah daerah agar bisa memberikan perhatiannya untuk melindungi rekan-rekan relawan BPBD,” katanya.
Pj Bupati Kudus itu juga menceritakan kerja keras relawan BPBD saat proses pemadaman sebanyak 62 kapal yang terbakar di Pelabuhan Perikanan Pantai Jongor, Kota Tegal, beberapa waktu yang lalu. Relawan harus memutar otak agar bisa masuk ke area inti kapal yang terbakar, tentunya dengan berbagai risiko yang harus dihadapinya.
“Bayangkan saja, mereka harus masuk lewat lorong-lorong kapal yang terbakar dan itu memakai sekoci kapal. Keberanian mereka dipertaruhkan dengan risiko yang mungkin saja bisa menimpa. Entah itu ada bagian kapal yang jatuh, atau hal lainnya. Maka, perlindungan relawan ini penting,” terangnya.
Bergas menambahkan, selain soal perlindungan kerja, perlindungan kesehatan harus dicakup. Ia mencontohkan, Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kudus mencapai 98%. Artinya, hampir seluruh warga Kabupaten Kudus terlindungi kesehatannya, termasuk relawan BPBD.
“Ini sudah kita praktekkan di Kudus dimana UHC-nya sudah mencapai 98 persen. Termasuk untuk kawan-kawan relawan,” imbuhnya.
Terakhir, Bergas berpesan jika keterbasan ternyata memberi hikmah agar bisa survive (bertahan). Artinya, pelaksanaan tugas-tugas terkait penanggulangan kebencanaan harus dilakukan secara maksimal dan harus tanpa pamrih.
“Ternyata ini yang bisa membuat kita kuat dan berpikir inovatif. Keterbasan justru membuat kita bisa survive,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu juga, Bergas juga berkesempatan mengunjungi booth pameran kebencanaan. Saat mampir di booth BPBD Provinsi Jawa Tengah, ia berdialog sembari memotivasi upaya penanggulangan kebencanaan bisa maksimal.
Baca Juga: Bergas Akan Bereskan Pembangunan di Era Hartopo, Khususnya Perbaikan Jalan
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) Letjen TNI. Suharyanto mengatakan, penguatan dalam hal logistik dan peralatan penanggulangan kebencanaan sangatlah penting. Menurutnya, pengelolaan logistik dan peralatan yang efektif, efisien, dan andal menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana.
“Ini yang menjadi faktor penentu, betapa logistik dan peralatan akan sangat membantu agar penanggulangan bencana bisa dilakukan secara efektif, efisien, dan andal,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

