BETANEWS.ID, DEMAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Demak, Akhamad Sugiharto, meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Demak terus bersinergi dengan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak dalam menangani bencana, terutama kekeringan. Mengingat, saat ini Demak sedang dilanda kekeringan dan membutuhkan bantuan dropping air.
“Kita harus bersinergi dengan pemerintah daerah terutama dengan BPBD. Maka kita ada di belakangnya untuk mendukung dalam hal kemanusiaan,” katanya usai pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Demak masa bakti 2023-2028, di Pendapa Demak, Rabu (6/9/2023).
Mengenai bantuan penanggulangan bencana kekeringan, Ketua PMI Demak itu telah menyasar di wilayah Kecamatan Bonang. Hal itu disebabkan kondisi sumber air yang telah tercemar dengan rob.
Baca juga: 62 Desa Terdampak Kekeringan, BPBD Demak Tetapkan Status Siaga Darurat
“Nanti yang menyurati ke PMI ini yang kami layani dulu. saat ini belum tahu berapa. Tapi sampai sekarang masih melayani,” ujarnya.
Selain itu, upaya lain juga dilakukan, melalui koordinasi ke pemerintah daerah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memasok ketersediaan air ke masyarakat.
“Ke depan akan saya himpun semua, yang punya bantuan-bantuan siapa saja kumpulkan. Baik logistik maupun fisik nanti kita atur,” imbuhnya.
Baca juga: Bendung Karet Kalijajar Demak Jebol, Sumber Air Jadi Keruh dan Asin
Tidak hanya itu, ia juga berharap ke depannya manajemen Unit Transfusi Darah (UTD) lebih berkembang. Karena menurutnya, PMI Demak masih sering mengalami kekurangan stok darah.
“Karena kalau kita mau nyari darah harus ke Semarang, Kudus. Ini nanti akan kita drop melalui perusahaan besar di Kabupaten Demak,” pungkasnya.
Editor: Ahmda Muhlisin

