BETANEWS.ID, PATI – Pagi itu, Jalan Raya Sukolilo, Pati, tampak menjadi lautan manusia. Ribuan warga berjubel di pinggir jalan yang dilalui peserta Karnaval Budaya Meron 2023. Meski berdesakan di pinggir jalan, mereka tampak antusias untuk menyaksikan berbagai pertunjukan yang ditampilkan oleh peserta karnaval.
Setiap kelompok yang berpartisipasi dalam karnaval budaya tersebut menampilkan tema yang beragam, mulai dari fashion show menggunakan busana daur ulang sampah plastik, gaya khas era 80-an, tarian tradisional hingga penampilan marching band.

Meski peserta berjalan sejauh 1,6 kilometer, mereka begitu bersemangat untuk ikut berpartisipasi dalam karnaval tersebut. Mereka berupaya tampil maksimal menghibur warga yang tumpah ruah di sepanjang rute karnaval budaya.
Baca juga: Ledekan Desa Berugenjang Kudus, Tradisi Unik di Tengah Sawah
Peserta yang ikut dalam karnaval tersebut bukan hanya dari instansi maupun warga di Kecamatan Sukolilo saja, tapi ada beberapa dari luar kecamatan, di antaranya dari Kecamatan Kayen. Bahkan, dalam kesempatan itu juga terlihat dari KPU Pati dan Bawaslu Pati, yang sekaligus menyosialisasikan terkait pelaksanaan pemilu.
Ketua Panitia, Muhammad Soban Rahman, mengatakan, karnaval budaya tersebut merupakan rangkaian dari perayaan Tradisi Meron.
Ia menyebut, karnaval budaya tersebut diikuti sebanyak 53 peserta atau tim yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, komunitas dan desa di Sukolilo, dan sebagian peserta dari luar daerah.
“Ini adalah ekspresi kegembiraan warga Sukolilo dalam memperingati Maulid Nabi. Besok pagi ada Gebyar Sultan Agung, dan puncak dari Tradisi Meron akan dilaksanakan jam 13.00 WIB,” ujarnya, Kamis (28/9/2023).
Ia menjelaskan, Tradisi Meron ini telah diadakan selama berabad-abad. Tradisi ini dibawa oleh pasukan Kerajaan Mataram Islam dan tetap dilestarikan hingga saat ini. Puncak upacara Tradisi Meron akan melibatkan pengarakkan sebanyak 13 gunungan meron.
Baca juga: Kirab Air Salamun Desa Jepang Kudus Diikuti 1.450 Peserta
Katanya, tradisi ini bukan hanya menjadi kebanggaan warga Sukolilo, tetapi juga sebuah warisan budaya yang berharga bagi bangsa Indonesia.
“Makna Meron adalah singkatan dari ‘Me’ yang berarti ramai dan ‘Ron’ atau ‘tiron’ yang artinya tiruan. Jadi, maknanya adalah peringatan meriah untuk Maulid Nabi yang meniru tradisi pasukan Kerajaan Mataram yang dulu pernah singgah di sini pada bulan Maulid Nabi. Mereka kemudian mengadakan perayaan Meron, meniru tradisi Kerajaan Mataram,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

