31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Pintu Masjid Ukir di Alfarizqi Furniture Jepara Ini Pelanggannya dari Berbagai Daerah

BETANEWS.ID, JEPARA – Rumah yang sekaligus menjadi tempat produksi pintu masjid dan kaligrafi di Desa Menganti RT 16 RW 04, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara itu ramai oleh suara berbagai mesin. Di sana, beberapa pekerja tampak sibuk dengan bagian masing-masing untuk mengerjakan pintu berukuran besar.

Usaha milik Muhammad Ulin Nuha (24), itu memang terkenal dengan spesialisasi pintu masjid ukir yang sudah tersohor di berbagai daerah. Pelanggannya juga bukan kalangan sembarangan karena rata-rata untuk Masjid Agung.

Saat ditemui, Ulin bersedia berbagi informasi tentang usaha mebel yang dirintisnya sejak 2017, saat awal kuliah di salah satu perguruan tinggi. Di usaha bernama Alfarizqi Furniture itu, ia tidak hanya memproduksi pintu masjid saja, melainkan ada beberapa furnitur lainnya seperti meja kursi, mimbar, lemari, dan lain-lain.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Endro di Bisnis Ukir Jepara: Pernah Jaya, Dihantam Pandemi, Kini Bangkit Lagi

“Untuk produksi utamanya itu pintu masjid. Biasanya ditemani dengan kaligrafi, mihrab, dan mimbar. Namun, jika ada kastemer yang ingin memesan meja kursi atau lemari juga tetap akan dilayani. Jadi semua tergantung kebutuhan pembeli,” ungkap Ulin, beberapa waktu lalu.

Dalam pembuatan pintu masjid, Ulin menggunakan bahan baku kayu dan kuningan. Untuk jenis kayu menggunakan kayu TPK Perhutani dari Blora. Sedangkan kuningan biasanya ia beli dari Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan. Fungsi dari kuningan ini digunakan sebagai hiasan untuk mempercantik tampilan furnitur.

“Untuk harga itu relatif, soalnya setiap masjid sangat bermacam-macam bentuk pintunya. Kalau yang paling murah full kayu itu harganya sekitar Rp8,5 juta,” Imbuhnya.

Ia membeberkan, dalam proses produksi untuk satu pintu biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sampai satu setengah bulan. Tahapan produksinya meliputi pemilihan bahan, pengukuran, pemotongan, perakitan, finishing, dan pemeriksaan kualias sebelum siap untuk dijual.

Baca juga: Gebyok Ukir Kudusan Karya Khambali yang Pelanggannya Sampai Luar Negeri

Untuk sarana pemasarannya Ulin memanfaatkan media sosial dan toko online, seperti Facebook, Shopee, dan WA Bisnis. Dengan begitu, ia dapat bertemu dengan berbagai pembeli dari masing-masing daerah.

‘Saya pernah mendapatkan pesanan untuk menggarap pintu masjid agung di beberapa  kota. Bahkan penjualan produk saya sudah pernah sampai ke Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kepulauan Konawe,” tandasnya.

Penulis: Faza Amalia Rizqi, Mahasiswa PPL IAIN Kudus

Editor: Ahmad Muhlisin

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER