Panen Raya di Berbagai Wilayah, Harga Bawang Merah Demak Anjlok

BETANEWS.ID, DEMAK – Harga komoditas bawang merah di Demak, sejak bulan September terus berangsur-angsur mengalami penurunan. Adanya panen raya di berbagai daerah disinyalir menjadi penyebab anjoklnya harga.

Berdasarkan pantauan betanews.id, di Pasar Karanganyar, Megarsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, rata-rata harga bawang merah berkualitas super mengalami penurunan hingga Rp20 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kualitas standar dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram.

Baca Juga: Warga Purwosari Demak Tolak Pembangunan Rumah Susun untuk Warga Terdampak Rob

-Advertisement-

Salah satu penjual Supiah (57) mengatakan, merosotnya harga bawang merah telah dirasakan sejak dua minggu lalu. Penurunan itu terjadi secara bertahap dari Rp30 ribu hingga menjadi Rp20 ribu per kilogram.

“Awalnya harga di atas Rp30 ribu, Rp25 ribu, terus turun-turun. Saya ambilnya dari Pasar Induk Bitingan Kudus,” katanya kapada betanews.id, Kamis (21/9/2023).

Meskipun harga bawang merah murah, justru tidak berdampak banyak bagi keuntungan penjual. Akibatnya stok bawang merah dikurangi dari 15 kilogram menjadi 10 kilogram per hari.

Sama halnya dengan Supiah, kondisi yang sama juga dirasakan Suhadi (53). Imbas penurunan harga bawang membuat penjualan bawang merah tidak terlalu laris di pasaran.

“Mungkin di tengkulak kan ambilnya sedikit kalau harga tinggi, jadi cepat habis. Kalau ini murah otomatis pedagang ambilnya banyak, jadi lakunya kurang,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah, mengatakan untuk mengantisipasi hal itu, ia meminta kepada petani agar memperhatikan masa tanam. Sehingga ketika, panen raya tidak akan mengalami kemerosotan harga.

Jika kondisi itu berangsur hingga panen raya tiba, pihaknya telah menyiapkan strategi lain mengatasi penurunan harga bawang merah.

“Seperti dulu kita pernah lakukan, bawang merah bisa dibeli para ASN, ataupun menjual bawang merah dalam bentuk pengolahan sehingga tahan lama. Nah ini UMKM bisa mengembangkan hal itu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Demak, Iskandar Zulkarnain, menerangkan bawang merah yang dijual dipasaran justru tidak diambil dari wilayah kabupaten Demak.

“Itu bawang merah dari Pati dan Brebes kan disana sedang panen raya. Otomatis stoknya banyak sehingga harganya turun. Itu bukan dari Demak, kita kan belum mulai tanam, ” ujarnya.

Baca Juga: 32 Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan, Blora dan Demak Paling Parah

Menurutnya, penurunan harga bawang merah justru menguntungkan pembeli di Demak. Melimpahnya ketersediaan bawang merah di pasaran membuat pembeli, dapat mengambil dalam jumlah banyak.

“Harga segitu untuk konsumen seneng. Untuk harga Rp20 ribu per kilogram, menurut saya masih sangat murah di pasaran. Tapi saya tidak tahu untuk di tingkat petani jualnya berapa,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER