BETANEWS.ID, DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) memprediksi musim kemarau berlangsung hingga Oktober. Kondisi ini, dipengaruhi dengan adanya fenomena El Nino sehingga membuat sejumlah kabupaten/kota mengalami kekeringan.
Kalakhar BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan, mengatakan, saat ini terdapat 32 kabupaten yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.
“Kita koordinasikan dengan BPBD kabupaten/kota dan sudah sekitar 33 juta liter yang sudah didistribusi,” katanya saat menyalurkan bantuan air di Desa Weding, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Senin (18/9/2023).
Baca juga: Ini Alasan Air Waduk Kedung Ombo Belum Diperbolehkan untuk Irigasi Sawah di Demak
Menurutnya, wilayah terparah terdampak kekeringan berada di Kabupaten Blora, kemudian disusul Kabupaten Demak karena kondisi sumber air yang tercemar rob sehingga tidak dapat digunakan masyarakat.
“Setelah Blora kelihatannya Demak. Kalau kasus di Demak kan airnya asin karena ada bendung yang masih masa perbaikan oleh BBWS. Tentunya berdampak sumber air bersihnya, apalagi masyarakat mayoritas menggunakan air sungai untuk pamsimas,” paparnya.
Melihat kondisi kekeringan yang terus meluas, ia memprediksi bantuan dropping air akan terus berlangsung hingga Oktober.
“Kalau berdasarkan BMKG gelontoran ini sampai dengan Oktober, awal November InsyaAllah sudah mulai musim hujan semoga saja,” ujarnya.
Baca juga: Warga Demak Dapat Bantuan Air Bersih dari Pemprov Jateng
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik dan Peralatan, BPBD Demak, Suprapto menyebut terdapat 109 desa di 13 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sedangkan bantuan air telah disalurkan ke 54 desa terdampak.
Untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat, BPBD Demak telah menyediakan 332 tangki. Kemudian 82 tangki yang didapatkan dari dana corporate social responsibility (CSR).
Editor: Ahmad Muhlisin

