“Tujuan penggunaan robot agar berbeda dengan sekolah lain. Dan tentu, karena menggunakan robot anak-anak lebih tertarik untuk belajar,” jelasnya.
Menurut Vika, penerapan permainan robot di sekolah nantinya sama seperti yang diterapkan saat melatih guru-guru PAUD. Namun, ketika nanti diterapkan di sekolah masing-masing, tentu akan ada perbedaan karena para guru akan menghadapi anak-anak, yang harus lebih sabar.
“Kalau yang dihadapi anak-anak mungkin ada keinginan untuk menelan atau menghilangkan legonya. Tapi, saya percaya kalau guru-guru PAUD binaan (AJARI) kesabarannya sudah terlatih,” katanya.
Editor: Suwoko

