Vika Andina, Program Associate Bhakti Pendidikan Djarum Foundation, menjelaskan, kegiatan AJARI kali ini adalah belajar tentang computational thinking menggunakan robot. Namun robot yang disusun dalam kegiatan unplugged activities ini tidak menggunakan kabel.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan agar nanti para guru bisa dipraktikkan di depan para siswanya, di sekolahnya masing-masing. Dengan computational thingking, psikomotorik anak bisa berkembang lebih optimal, karena dilatih untuk banyak bergerak.
“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong anak didik untuk mimiliki kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan imajinatif. Di sini, guru-guru PAUD juga diajari tentang menulis algoritma seperti perintah mulai dan berhenti, tuturnya.
Lebih lanjut, Vika menjelaskan, para guru juga diajari mengenai sequence dan loop, yakni urutan dan pengulangan. Dalam peraktik harus mampu merakit robot sesuai dengan urutan yang benar agar tidak terjadi kesalahan atau error.
“Di computational thinking ada yang namanya debugging, artinya ketika ada kesalahan, kami mencari sumbernya dan mencoba mengoreksi,” ujarnya.
Menurutnya, permainan unplugged activities dalam pembelajaran computational thinking ini masih relatif baru. Guru-guru PAUD yang mengikuti pelatihan diminta beradaptasi. Misalnya dalam penyusunan lego, jika biasanya menggunakan balok-balok kayu, kali ini mereka harus belajar menggunakan robot.

