BETANEWS.ID, KUDUS – Faiz Mabrur (25) terlihat sedang merawat ikan di beberapa akuarium yang terjajar di tokonya yang berada di Jalan Demak-Wedung Km 05, Desa Jali, Kecamatan Bonang. Selain memberi makan, ia tampak mengelap kaca akuarium yang terlihat kotor.
Sehari-hari, Faiz memang lebih banyak ditemui di toko hias miliknya itu. Bisnis yang bermula dari hobi itu sudah jadi ladang rezekinya sejak 2022 lalu. Di tempatnya ia secara khusus menyediakan ikan koi berbagai jenis, meski ada pula ikan lain.
“Ikan koi ada berbagai jenis, sowa, siko, sake, kuhaku, dan slayer. Dan yang paling laku akhir-akhir ini adalah ikan koi slayer atau juga bisa disebut ikan yang sayapnya lebar,” terangnya saat ditemui, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Dari Kegemarannya Pelihara Lohan, Rohman Nekat Tekuni Bisnis Ikan Hias dan Aqua Scape
Untuk penjualannya, Faiz pernah menjual ke berbagai daerah, seperti Semarang, Kudus, Jepara. Itu bisa melalui cash ob delivery (COD), pengiriman sampai rumah, dan juga ada yang langsung datang ke toko. Pembeli juga bisa melihat jenis ikan yang tersedia di akun Facebooknya, Faiz Mabrur.
Menurutnya, pasar ikan koi ini stabil, tidak pernah booming tapi juga tidak pernah tenggelam. Lantaran, peminatnya banyak dari yang untuk dijual lagi ataupun untuk hobi.
Di tempatnya, Faiz menjual ikan koi ukuran yang terkecil 10 cm seharga Rp 10 ribu dan yang terbesar 55 cm Rp400 ribu. Dari jualan ikan itu, dia bisa meraup omzet hingga Rp3 jutaan setiap bulan.
Baca juga: Lokasinya Strategis, Toko Ini Sediakan Aneka Ikan Hias Hingga Predator
“Untuk ikan Koi sendiri itu tergantung dari kualitas warna dan corak warna. Semakin bagus coraknya semakin mahal harganya,” kata Faiz.
Meski kini bisnisnya mulai lancar dan laris, Faiz pernah merasakan pahitnya menjalani usaha. Tidak hanya gagal berkali-kali, ia juga pernah merugi hingga Rp7 jutaan.
“Tidak hanya sekali tapi berulang kali pernah awal merintis yang selalu gagal. Saat itu saya mencari tahu sebabnya, bahkan sampai mecari solusi kepada teman-teman sesama peternak ikan hias,” kata Faiz.
Editor: Ahmad Muhlisin

