31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Biasanya Beli, Warga Glagahwaru Sumringah Dapat Kiriman Air Bersih dari PWI Kudus

BETANEWS.ID. KUDUS – Puluhan warga Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tampak bergegas mengambil berbagai wadah penampung air kala mobil tangki datang. Wadah-wadah penampung air tersebut segera dibawanya mendekati mobil tangki berisi air bersih. Mereka secara berebut meletakan wadahnya kala air mulai dialirkan ke salah satu wadah yang dibawa warga.

Kebahagiaan dan senyum sumringah tampak jelas di wajah mereka. Pasalnya, air bersih di musim kemarau saat ini sangat berharga bagi warga Desa Glagahwaru. Kegiatan droping air bersih tersebut dilakukan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kudus dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazizmu).

Baca Juga: Manfaatkan Promo Menarik BCA KCU Kudus, Mulai KSM, KKB, Hingga KPR Sampai 8 Oktober 2023

-Advertisement-

Ketua RT 3 RW 1 Desa Glagahwaru, Sartono mengatakan, sudah sekira sebulan desanya dilanda kekeringan. Ada kurang lebih 40 rumah terdampak dan krisis air bersih. Bahkan, untuk memenuhi air bersih, ia dan keluarga lain harus membeli air bersih.

“Sejak kekeringan melanda, kami memang harus membeli air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak, satu galon Rp 4 ribu. Sehari setiap keluarga bisa membeli tiga sampai empat galon, tergantung jumlah anggota keluarganya,” ujar Sartono kepada Betanews.id, Senin (11/9/2023).

Oleh karena itu, kata dia, warga sangat senang adanya distribusi air bersih. Sebab, tentunya itu sangat membantu dan bisa menekan pengeluaran uang untuk membeli air bersih.

“Tentunya senang ada bantuan air bersih. Sebab, sangat membantu sekali. Kami tidak perlu membeli air bersih,” bebernya.

Ketua PWI Kudus, Saiful Annas mengatakan, kegiatan droping air bersih ini merupakan bagian dari PWI berbagi. Kegiatan berbagi tersebut memang rutin dilakukan ketika ada masyarakat yang membutuhkan.

“Karena ini sebagian masyarakat Kudus ada yang dilanda kekeringan, maka kegiatan kami adalah distribusi air bersih dan tandon air kepada warga yang terdampak. Untuk kegiatan ini kami menggandeng MDMC dan Lazizmu,” ujar pria yang akrab disapa Annas tersebut.

Dia berharap, dengan adanya bantuan tersebut bisa memenuhi kebutuban air bersih warga. Pihaknya juga memberikan bantuan tandon air, agar warga tak perlu berebut ketika ada distribusi air bersih. Sebab, air bersih bisa disimpan ditandon dan masyarakat yang membutuhkan bisa secara antri mengambilnya.

“Warga bisa mengambil air bersih sesuai kebutuhan tanpa berebut. Sehingga tidak ada air bersih yang terbuang,” bebernya.

Sementara itu, Manajer Lazismu Kudus Abdul Latif Muhtadin mengatakan, MDMC, Lazizmu dan PWI Kudus melaksanakan bakti sosial droping air bersih di Desa Glagahwaru. Hari ini yang didistribusikan air bersih dan satu unit tandon air.

Baca Juga: Autoshow BCA Expo 2023 Gandeng UMKM, Ada Promo dan Suku Bunga Menarik

“Air bersih yang kami dropingkan pada hari hari ini sebanyak 8.500 liter atau satu tangki mobil. Sasarannya ada dua RW, dan sudah diarahkan oleh pihak desa setempat,” ujar Latif.

MDMC dan Lazizmu sendiri sudah lima hari ikut serta menangani krisis air bersih di Kabupaten Kudus, sesuai permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. Oleh sebab, itu ia berharap bakti sosial distribusi air bersih ini bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER