BETANEWS.ID, JEPARA – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Diyar Susanto, mengatakan, sebagai antisipasi mundurnya curah hujan yang bakal terjadi tahun ini, pihaknya sudah menyiagakan 22 lumbung pangan yang tersebar di seluruh kabupaten.
Lumbung pangan ini sudah dikondisikan untuk mengoptimalkan hasil pertanian untuk menjamin ketersedian stok bahan pangan selama kemarau. Selain itu, DKPP juga memiliki gudang gabah yang akan dikeluarkan pada saat-saat tertentu, seperti apabila terdapat suatu daerah yang membutuhkan support bahan pangan.
“Selama musim kemarau stok produksi bahan pangan kalau di Jepara masih aman. Kita juga sudah memiliki 22 lumbung pangan yang selama musim kemarau ini kita minta mereka untuk mengoptimalkan potensi yang ada di sekitar lumbung pangan,” katanya saat ditemui di Kantor DKPP Jepara, Rabu (6/9/2023).
Baca juga: Harga Beras di Jepara Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Selain itu, pihaknya juga sudah mensosialisasikan kepada kelompok tani yang tersebar di 16 kecamatan agar bisa memanajemen hasil produksi pertanian, baik pengelolaan maupun pendistribusian.
Dari segi produksi hasil pertanian, kelompok tani yang ada di Kabupaten Jepara juga diminta untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Agar, nantinya disaat terjadi kondisi tertentu seperti kekeringan ekstrem, Jepara masih memiliki stok bahan pangan yang mencukupi.
Baca juga: Warga Jepara Serbu Pasar Murah, Ada yang Sampai Nyetok untuk Satu Bulan
Berdasarkan data stok Ketersediaan Bahan Pangan Kabupaten Jepara sampai Juni 2023, total produksi gabah petani mencapai 150,5 ton. Dari jumlah gabah tersebut mampu menghasilkan beras sekitar 89,4 ton.
“Sedangkan total kebutuhan beras sampai di Juni hanya 56,1 ton. Sehingga masih terdapat sisa 33,3 ton yang mampu mencukupi kebutuhan beras selama empat bulan ke depan,” bebernya.
Editor: Ahmad Muhlisin

