31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Berburu Sunset di Rawa Kering Jambean Kidul Pati, Anak Senja Wajib Tahu

BETANEWS. ID, PATI – Puluhan muda-mudi, sore itu, tampak duduk bersantai di sebuah rawa kering di area persawahan di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati. Beberapa di antaranya terlihat mengabadikan momen matahari terbenam dengan kamera gawai mereka.

Sebagian di antaranya juga tampak menikmati kopi sambil bercengkerama bersama teman atau keluarga. Mereka juga tampak menikmati suasana senja dengan pemandangan hamparan hijau serta pegunungan Patiayam.

Lahan rawa kering yang sering disebut Rawa Srombong itu, dalam beberapa hari terakhir ini mendadak ramai jadi jujugan warga berburu sunset.

-Advertisement-

Baca juga: Padang Savana Wonosoco, Destinasi Wisata Murah Meriah untuk Menikmati Senja di Kudus

Suasana senja saat sunset yang tenang dan langitnya yang cantik, memang bagi sebagian orang menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati keindahan alam sambil menenangkan pikiran.

Untuk sampai di lokasi ini, dari Balai Desa Jambean Kidul sekitar sejauh 3 kilometer. Pengunjung harus menempuh jalan setapak di pinggiran area persawahan untuk sampai di lokasi.

Salah satu pengunjung asal Kecamatan Pati, Vilda Sana mengaku sudah beberapa kali ke lokasi tersebut. Hal itu tidak lepas karena spot tersebut tengah viral di medsos beberapa hari terakhir.

“Sering ke sini setiap sore malahan, karena lokasinya bagus bisa melihat sunset. Terus semakin sore semakin ramai karena di sini itu lahannya bagus banget,” kata Vilda, Rabu (16/8/2023).

Menurutnya, pengunjung tidak ditarif biaya. Biasanya sepekan belakangan ini ramai pengunjung berdatangan dari wilayah Margorejo hingga luar Pati.

“Banyak kemarin dari Jakenan, Tayu, dari mana lagi banyak, ini sudah satu mingguan viral di medsos,” ungkapnya.

Baca juga: Bendung Bakalan Hilir Jepara, Destinasi Hits yang Asyik untuk Bersantai di Sore Hari

Kamelan, warga Desa Jambean Kidul mengatakan, aslinya lokasi yang mendadak ramai tersebut adalah rawa saat musim penghujan. Akan tetapi berubah kering dan menjadi hamparan persawahan saat musim kemarau.

“Ini aslinya persawahan, ini berhubung musim kemarau yang air semula menggenang, terus itu sudah kering. Ketika musim hujan tergenang air sampai sekitar 9 bulan dan musim kemarau airnya sudah hilang  dan ini menjadi semacam spot wisata,” imbuhnya.

Menurutnya, warga berdatangan untuk mengabadikan momen saat sore hari. Bahkan, kata dia, tempat tersebut viral di media sosial belakangan ini.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER