BETANEWS.ID, DEMAK – Wisata petik jeruk yang berada di Desa Tugu Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, merupakan agrowisata baru yang menjadi daya tarik di kota wali.
Namun siapa sangka, jika lahan seluas tiga hektare yang ditanami 1.200 pohon jeruk itu dulunya tanah irigasi milik petani lokal. Melihat kondisi itu, Subandi dengan modal nekat merubahnya menjadi perkebunan jeruk.
Baca Juga: Perbaikan Bendung Karet Kalijajar Demak Diperkirakan Selesai Pertengahan September
“Saya belajarnya dari YouTube dan beli bibitnya dari Banyuwangi. Bibitnya enak ditanam, di dataran rendah mau di dataran tinggi juga mau,” katanya, Sabtu (9/9/2023).
Membuat agrowisata yang berhasil tidak terlepas dari usaha yang keras. Untuk menuai hasil dari penanaman pohon jeruk itu, Subandi membutuhkan waktu empat tahun dalam masa percobaan.
Dalam setahun ia bisa memanen satu kali buah jeruk, yang dimulai dari bulan Juni hingga November. Per pohonnya, Subandi dapat memanen puluhan hingga ratusan kilogram jeruk jenis siam madu.
“Kalau jenis seperti ini satu pohonny bisa dapat 75 kilogram. Paling banyak pernah satu kuintal,” ujarnya.
Agrowisata yang pertama kali ada di Demak, membuat pengunjung penasaran untuk menikmati langsung sensasi memetik buah di sana. Subandi mengaku dalam sehari dapat menerima 200 pengunjung dari berbagai daerah.
“Pengunjungnya macam-macam, ada yang dari Kudus, Pati, Jepara, Semarang, dan lain-lain,” sebutnya.
Baca Juga: Dindagkop UKM Demak Sebut Harga Beras Naik Karena Faktor Cuaca
Tidak hanya itu, pengunjung juga dibuat puas memetik buah jeruk dan berlama-lama di wisata petik jeruk Demak. Apalagi dengan fasilitas lengkap dan dengan harga yang ramah di kantong.
Untuk biaya tiket masuk dikenai Rp20 ribu per orang, apabila pengunjung ingin membawa pulang untuk oleh-oleh jeruk dapat membayar Rp20 ribu per kilogram.
Editor: Haikal Rosyada

