31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Tak di Lokasi Saat Didemo Mahasiswa Pro DEMA, Rektor UIN Raden Mas Said Buka Suara

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Aliansi Mahsiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar demontrasi menuntut pencabutan sanksi kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Jumat (11/8/2023). Namun, aksi tersebut berujung kecewa sebab Rektor dan jajarannya sedang tidak berada di kampus.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Raden Mas Said, Prof Mudhofir mengaku memang sedang tidak berada di tempat saat aksi tersebut berlangsung. Hal tersebut dikatakan oleh Prof Mudhofir saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (11/8/2023) malam. Menanggapi tuntutan tersebut, Prof Mudhofir mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih lanjut tuntutan-tuntutan dari mahasiswa yang melakukan aksi, kemarin.

“Kami akan mempelajari lebih lanjut terkait, tuntutan itu. Saat ini kami belum berani berkomentar terlalu banyak. Takut semakin gaduh,” ujar Prof Mudhofir.

-Advertisement-

Baca juga: Tak Ditemui Rektor UIN Raden Mas Said, Mahasiswa Pro DEMA Akan Demo Lagi dengan Massa Lebih Besar

Prof Mudhofir menegaskan, yang paling penting dilakukan saat ini adalah memastikan data mahasiswa baru (maba) yang terlanjur melakukan registrasi akun pinjaman online (pinjol) aman. Langkah ini diambil agar mahsiswa dan orang tuanya tidak merasakan keresahan yang berlanjut. Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendalami kasus beserta pihak berwenang untuk mendapatkan solusi.

“Kami saat ini tengah fokus dulu pada penanganan keamanan data mahasiswa yang sudah registrasi pinjol. Serta solusinya seperti apa. Terkait tuntutan akan kami pelajari lagi” tandasnya.

Sebelumnya, Prof Mudhofir telah menegaskan bahwa pihaknya akan menjamin keamanan data para mahasiswa baru yang terlanjur melakukan registrasi pinjol. Ia juga menegaskan, kegiatan Festival Budaya digelar DEMA ini bukan merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang diselenggarakan universitas.

“Kampus punya kewajiban melindungi yang teregistrasi, nanti ada perlindungan kalau sudah seperti ini kampus tidak lari tapi mencari solusi terbaik,” kata Prof Mudhofir.

Baca juga: Mahasiswa Pro DEMA UIN Raden Mas Said Sebut Putusan Dewan Kode Etik Cacat dan Tak Netral

Sebagai informasi, Rektor UIN Raden Mas Said telah mengeluarkan surat keputusan untuk membekukan DEMA dan juga mencopot Presiden DEMA, Ayuk Lathifah dari jabatannya. Keputusan ini diambil dari sidang yang telah dilakukan Dewan Kode Etik UIN Raden Mas Said, dan berlaku mulai 9 Agustus 2023 kemarin.

Namun, keputusan Rektor ini mendapatkan tentangan dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa melalui aksi di depan Gedung Rektorat. Mereka menilai, keputusan rektor ini dianggap diambil secara sepihak dan cacat.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER