31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Selidiki DEMA yang Bekerjasama Dengan Pinjol Rektor UIN Raden Mas Said Bentuk Dewan Kode Etik

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Mengetahui perkara mahasiswa baru yang diarahakn untuk mendaftar akun pinjaman online (pinjol), Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta langsug membentuk Dewan Kode Etik. Dewan Kode Etik nantinya akan melakukan penyelidikan secara intensif terhadap kasus ini.

Hal ini dijelaskan oleh Rektor UIN Raden Mas Said, Prof Mudhofir saat ditemui di ruangannya, Selasa (8/8/2023). Namun, karena PBAK dijadwalkan pada 14 Agustus 2023 mendatang dan kasus ini mencuat beberapa saat sebelumnya, maka pihak kampus bisa segera melakukan tindakan.

Baca Juga: Presiden DEMA UIN Raden Mas Said Klarifikasi Soal “Jual” Data Maba ke Pinjol Demi Sponsorship

-Advertisement-

“Nah siang hari ini dewan kode etik akan melakukan penyelidikan kira-kira apa sanksinya dari keterbahan yang dilakukan oleh teman-teman dema atau ketidakcermatan,” lanjutnya.

Dewan Kode Etik yang diketuai oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama adalah Prof. Dr. KH. KP. Syamsul Bakri Wironagoro, S.Ag., M.Ag. untuk menyelidiki kronologi kasus. Ia menyebut belum bisa menentukan sanksi yang dijatuhkan pada mahasiswa dalam Dema karena belum ditetapkan kesalahannya.

“Jadi DEMA mendapat apa dan dema disuruh apa ini sedang diperisa oleh Dewan Kode Etik, kenapa kok seperti itu,” katanya.

Prof Mudhofir juga telah memanggil Presiden DEMA, Ayuk Latifah untuk melakukan klarifikasi. Setelah melakukan proses klarifikasi tersebut, Rektor UIN Raden Mas Said telah mengeluarkan surat pernyataan.

“Perama, permintaan pembatalan kerjasama; kedua, kegiatam Festival Budaya bukan merupakan kebijakan kampus, sebab kegiatan PBAK merupakan tanggungjawab kampus, karena PBAK sudah dibiayai oleh DIPA. Yang menjadi tanggungjawab kampus adalah PBAK-nya,” ujarnya.

Prof Mudhofir juga menyayangkan dengan adanya kejadian ini. Menurutnya, apa yang dilakukan DEMA dan SEMA UIN Raden Mas Said ini karena kurangnya literasi pada salah satu aspek yang berkaitan dengan pinjol tersebut.

“Kami merasa tidak pernah ada laporan tindakan yang dilakukan DEMA, baik kepada pembina DEMA (Wakil Rektor 1) atau kepada panitia. Ketika viral kami kaget, apa yang terjadi. Setelah kami pelajari, ternyata pinjol,” katanya.

Baca Juga: Buntut Kasus Paksa Maba UIN Raden Mas Said Daftar Pinjol, Rektor Diminta Bubarkan DEMA

Dari pemeriksaan yang telah dilkukan, Prof Mudhofir mengatakan bahwa ada sebanyak 500-an mahasiswa baru yang sudah melakukan registrasi pinjol ini. Dengan membentuk Dewan Kode Etik ini, kemudian akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut utnuk mencari solusi.

“Kami sedang cari solusi, setelah dibatalkan, tak ada kerja sama lagi, apa dampak yang terjadi. Ini sedang kami konsultasikan kepada OJK, konsultasi kepada advokat-advokat, apakah dibenarkan pihak ketiga bisa melakukan MoU dengan DEMA. Karena yang boleh itu rektor,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER