31 C
Kudus
Sabtu, September 23, 2023

Puluhan Emak-Emak Kembali Adang Truk Tambang di Sukolilo Pati

BETANEWS.ID, PATI – Aksi pengadangan truk yang mengangkut tambang batu kapur kembali dilakukan puluhan emak-emak di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, Senin (21/8/2023). Aksi tersebut kembali viral di berbagai platform media sosial.

Kepala Desa Wegil, Heri Priyanto, mengatakan, aksi tersebut lantaran warga kesal, tuntutan mereka yang sebelumnya telah disepakati, tidak dijalankan oleh pemilik tambang.

“Hari ini pihak pemilik tambang tidak melakukan penyiraman jalan. Padahal, kesepakatannya ada penyiraman. Tapi ini tidak dilakukan,” ujar Heri saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (21/8/2023).

Baca juga: Viral Emak-Emak Adang Truk Tambang di Sukolilo Pati, Alasannya Bikin Geram

Terkait hal itu, pihaknya, telah memanggil koordinator tambang, baik dari wilayah Timur maupun wilayah Barat. Begitu pula dengan perwakilan warga, untuk dilakukan mediasi. Hasilnya disepakati, mulai besok yang melakukan penyiraman jalan diserahkan kepada warga, sehingga penyiraman bisa dilakukan secara rutin.

Kemudian terkait dengan jam kerja pengangkutan tambang, warga meminta hal itu benar-benar ditaati oleh pengelola tambang.

“Kalau tidak, warga akan melakukan demo besar-besaran. Bahkan warga akan demo ke lokasi tambang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya puluhan emak-emak juga sempat melakukan aksi pengadangan truk tambang. Mereka kemudian dimediasi dengan pemilik tambang.

Baca juga: Respon Aksi Protes Emak-Emak di Sukolilo, Pemilik Tambang Janjikan Ini

Saat itu, tercatat ada tiga tuntutan yang disampaikan oleh para ibu rumah tangga ke pihak desa. Pertama, pihak tambang diminta melakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu. Kemudian poin kedua jam operasional truk tambang tidak boleh dibawah pukul 7.00 WIB, sebab dinilai mengganggu keberangkatan anak sekolah.

Tuntutan yang ketiga, jika terjadi kerusakan pada truk, muatan tidak boleh diturunkan sembarang tempat. Selain itu bak truk saat berisi muatan harus diberi tutup agar tidak membahayakan penggunaan jalan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,308PengikutMengikuti
118,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER