Musim Kemarau, Sumber Mata Air Dua Desa di Jepara Alami Kekeringan

BETANEWS.ID, JEPARA – Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Muh Ali Wibowo mengatakan bahwa memasuki musim kemarau, sumber mata air bagi masyarakat di dua desa di Kabupaten Jepara mengalami kekeringan.

Keringnya sumber mata air tersebut menurut Bowo akibat dari bencana kekeringan dan munculnya fenomena El-Nino yang sedang terjadi sekarang ini. Dari pihak BPBD menurut Bowo juga sudah menjadwalkan dropping air di dua desa tersebut mulai dari awal bulan Agustus sampai September.

Baca Juga: Industri Manufaktur Jepara Tak Pengaruhi Minimnya Regenerasi Pengukir

-Advertisement-

“Jepara ini statusnya masih siaga darurat kekeringan dan sejauh ini baru ada dua desa yang sudah terdampak kekeringan di Kecamatan Donorojo yaitu Desa Clering dan Sumberejo, selain dua desa tadi sejauh ini masih aman,” katanya saat ditemui di Kantor BPBD Jepara, Senin (28/8/2023).

Di Desa Sumberejo yang terdampak kekeringan yaitu Dukuh Alang-Alang Ombo dengan total 412 KK yang dihuni oleh 956 Jiwa.

Sementara di Desa Clering terdapat dua daerah yang terdampak yaitu Dukuh Karangrejo dengan total 135 KK atau 685 jiwa dan Dukuh Tawangrejo dengan total 126 KK atau 643 jiwa.

Masyarakat Desa Clering selama ini memang tidak memiliki sumur. Untuk mencukupi kebutuhan air mereka mengandalkan dari sumur goa, yaitu sumur yang berukuran lebar namun tidak terlalu dalam.

Sumur tersebut biasanya menjadi tempat untuk menampung air di saat musim hujan. Sedangkan di saat musim kemarau seperti sekarang ini, sumur tersebut sudah mengering.

“Di Desa Clering ini beberapa tahun yang lalu juga pernah di coba dibuatkan sumur bor tetapi tidak bisa. Nggak tau ya kalau besok-besoknya bisa, karena semakin dalam di bor itu airnya semakin asin,” jelasnya.

Baca Juga: Dua Pekerja Migran Indonesia Asal Jepara Meninggal di Malaysia

Untuk mencukupi kebutuhan air di dua desa tersebut, dari pihak BPBD sendiri sudah menjadwalkan dropping air bersih selama dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari senin dan kamis.

Dropping tersebut sudah dilakukan sejak awal bulan Agustus sampai dengan September. Sekali dropping BPBD membawa dua tangki air berkapasitas 1000 liter.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER