BETANEWS.ID. SOLO – Ribuan barang antik tampak memenuhi Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Jumat (4/8/2023). Hampir semua benda yang dipamerkan mulai dari koran lama, majalah, kaset musik, dan barang tempo dulu lainnya itu punya penarik minat sendiri-sendiri bagi pengunjung.
Tak hanya warga biasa, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuing Raka, juga tampak berputar-putar di Festival Romantika Rasa Solo Tempo Doeloe itu. Setelah berkeliling, ia tampak berhenti alma di stand yang menyediakan kliping berbagai koran. Di sana, ia terpesona pada kliping artikel koran soal Persis Solo dari 1935. “Bagus,” ucap Gibran soal koran lama yang dibelinya.
Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari potongan-potongan artikel koran itu. terlebih lagi, di dalamnya memuat sejarah Pesis Solo yang dapat menjadi pembelajaran. Ia juga berencana akan memberikan barang yang ia beli itu kepada Manajemen Persis Solo.
Baca juga: Momen Pelajar Berbagai Agama Dialog Kebangsaan Bersama Gus Miftah di Kantor Gibran
“Ya banyak lah banyak yang bisa kita tiru dari sini. Ya kasih ke Persis,” ujarnya.
Sementara itu, sang penjual Heri Waluyanto dari Mahesa Antik mengatakan bahwa artikel yang ia kumpulkan dan dirangkai menjadi satu itu merupakan koran di Jawa Tengah sejak 1935 silam.
“Kebetulan memuat iklan-iklan pertandingan sepak bola, di antaranya ada Persis Solo. Di situ dimuat pemain Persis Solo dan Piala dari Vitaduka PB X dan foto Bapak Soeratin di situ,” ujar Heri.
Menurut Heri, mungkin kakak Kaesang Pangarep itu akan tertarik dari koleksi artikel Persis Solo dari koran lama yang ia rangkai itu. Sehingga, ketika ia mengetahui festival barang antik ini digelar di Balai Kota Solo, ia berinisiatif untuk membawanya.
“Harganya Rp2 juta. Saya punya 8 tahun lalu, dapat dari pemain di Semarang,” bebernya.
Baca juga: RSUD dr Moewardi Solo Akan Kembangkan Konsep Hospital Tourism
Heri mengaku sangat senang untuk mengumpulkan koleksi kertas lama, mulai dari koran, majalah, buku lama, serata benda-benda antik lainnya yang jika dilihat akan seolah membawa siapapun yang melewati lorong waktu dan dibawa ke tempo dulu.
“Hobi saya memang koleksi kertas lama. yang di depan memang koran-koran, terus ada majalah terbitan Solo era kolonial sampau tahun 40-an,” kata dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

