El Nino Sebabkan Masa Tanam Padi di Demak Molor

BETANEWS.ID, DEMAK – Dampak El Nino menyebabkan molornya masa tanam padi di Kabupaten Demak. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertanpangan) Demak, Heri Wuryanta.

Ia mengatakan, awal bulan September masa tanam padi atau MT 1 di Demak sudah dilakukan. Namun akibat perubahan cuaca, jadwal penanaman harus mundur.

“Tahun ini kami sepakat untuk masa MT 1 tanggal 15 September. Sedangkan yang biasanya tiga tahun ke belakang, itu dilakukan tanggal 1 September. Karena dampak El Nino jadi mundur,” katanya saat ditemui di kantor Dinpertanpangan Demak, Senin (28/8/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Belum ada Anggaran Khusus Hadapi El Nino, DPRD Minta Pemkab Fokus Tangani Kekeringan

Meskipun jadwal penanaman molor, sebagian wilayah di Kabupaten Demak telah memulai MT 1, seperti di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, yang mendapatkan suplai air dari sungai Wulan.

“Ini yang sudah mendahului di Desa Ketanjung dengan luas 137 hektare. Itu menyedot sungai Wulan, tapi memang khusus desa itu mendahului karena wilayahnya yang dataran rendah,” ujarnya.

Ia menerangkan, kondisi kekeringan ini justru menguntungkan petani karena harga gabah naik.

Baca juga: Kemarau Tiba, Petani Demak Tanam Palawija

“Saat ini gabah itu mahal, sekarang sampai Rp8 ribu per kilogram, kalau tidak salah. Kemarin saya ke Guntur sudah segitu dan itu termasuk tinggi,” terangnya.

Apabila El Nino berlangsung lama, dampaknya tidak hanya molornya panen, tapi juga perubahan harga gabah.

“Kalau kemarau panjang, masa panen pertama nanti masih hujan. Harapannya panen bisa kering dan harga juga bagus. Tapi jika itu mundur sudah panen, kok hujan, nanti harga turun banyak,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER