Dipakai Satu Orang Namun Bayar Mahal, Jamasri Putus PDAM

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria paruh baya terlihat sedang menghidupkan mesin pompa air dari sumur, kemudian mengisi air di sebuah wadah berwarna hitam untuk persiapan mandi. Tak jauh dari pria bernama Jamsri itu terlihat meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang saat ini sudah tak berfungsi lagi atau sudah diputus.

Jamasri mengaku sudah memutuskan aliran air PDAM sekitar tiga tahun lalu. Hal itu disebabkan karena harga atau biaya dan pengeluaran air tak seimbang. Padahal penggunaan air PDAM saat masih aktif hanya untuk satu orang.

Baca Juga: Belum Masuki Kemarau Ektrem, Sebagian Sumur di Undaan Kudus Sudah Mengering

-Advertisement-

“Karena biayanya mahal jadi sekarang tak putus. Sebab biaya per bulan sampai Rp 250 ribu, padahal untuk penggunaan satu orang, saya saja,” keluh Jamsri kepada Betanews.id, Jumat (28/7/2023).

Ia menuturkan, awal pertama kali mengambil air PDAM untuk ketersediaan air lancar dan biaya juga normal. Berselang lima tahun aktif, setiap bulannya biaya pembayaran menurutnya semakin bertambah hingga Rp 250 ribu. Pihaknya pun pernah mengadu ke kantor PDAM kecamatan, namun hal itu tak digubris dan biaya masih tetap mahal.

“Dari pihak pegawai tidak mau memutus, terpaksa harus saya putus sendiri. Dan saat ini mengandalkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Ia menyebut, saat menggunakan PDAM dikala musim kemarau, saat siang PDAM tidak mau hidup. Menurutnya, hidupnya aliran air PDAM itu saat malam hari dan pagi saja.

“Kalau siang tidak mau hidup, hidupnya kalau malam sama pagi hari saja. Kalau memang hanya mengandalkan PDAM kan malah repot,” ungkap warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.

Baca Juga: 6,16 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 7 M Dimusnahkan Pemkab Kudus

Warga lain yaitu Sholehah menambahkan, semenjak digantinya aliran air menjadi lebih besar, ketersediaan air bersih PDAM semakin bagus. Menurutnya, hingga saat ini belum ada keluhan.

“Tapi sebelum itu, aliran air PDAM sebelumnya sering mati, sehingga untuk kebutuhan sering tersendat,” imbuh wanita yang beralamat Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER