Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, Warga di Pati Andalkan Air Isi Ulang untuk Konsumsi

BETANEWS. ID, PATI – Sebuah mobil bak terbuka tampak memuat puluhan galon air isi ulang. Galon-galon itu kemudian diantarkan ke rumah-rumah warga yang sudah menjadi langganan. Setiap KK, setidaknya mengambil dua hingga tiga galon air isi ulang.

Air isi ulang itu, selain digunakan warga untuk kebutuhan air minum, juga dipakai untuk memasak. Sebab, air sumur maupun air dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), selama ini kondisinya airnya payau, sehingga tidak laik untuk kebutuhan konsumsi.

Baca Juga: Belasan Desa di Pati Terdampak Kekeringan, BPBD Mulai Sibuk Dropping Air

-Advertisement-

Kondisi seperti ini, sudah bertahun-tahun dirasakan oleh warga Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, Pati.

“Ya sudah lama. Kalau untuk minum dan masak itu beli air isi ulang. Tapi kalau untuk mandi, mencuci itu pakai air sumur. Kebetulan di rumah masih ada sumur lama, ” ujar Sri Utami, warga Ngastorejo.

Untuk kebutuhan air isi ulang, menurutnya sehari ia bisa menghabiskan dua hingga tiga galon. Jumlah tersebut untuk kebutuhan minum maupun masak hingga buat es batu.

Sementara itu, Parnoto, Sekretaris Desa Ngastorejo menyampaikan, bahwa secara umum untuk kebutuhan air masih mencukupi. Apalagi, sejak 2018, tempatnya sudah tersedia Pamsimas.

Meski begitu, untuk kondisi air di tempatnya memang payau. Sehingga, selama ini air yang berasal dari Pamsimas hanya digunakan untuk kebutuhan mencuci maupun mandi saja. Sedangkan untuk konsumsi, warga menggunakan air isi ulang.

“Kalau airnya sini itu payau. Misalkan untuk kedalaman hingga 55 meter itu payau dan kalau didalamkan lagi, itu malah asin. Jadi ya sudah bertahun-tahun seperti ini, ” ungkapnya.

Sedangkan, Agus, salah satu pemilik usaha air isi ulang menyebut, untuk musim kemarau seperti ini permintaan air isi ulang meningkat hingga 90 persen.

Baca Juga: Sempat Ditutup Saat Porprov Jateng, Air Waduk Gembong Kembali Dialirkan ke Sawah Warga

“Kalau sekarang sehari bisa menyetor sekitar 300 galon. Ya ke desa sini, desa sekitar, ada juga yang sampai Pati,” sebutnya.

Untuk satu galon air isi ulang, menurutnya ia hargai Rp4 ribu untuk umum. Sedangkan untuk ke warung-warung, ia biasa menjual Rp10 ribu per tiga galon.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER