Angka Prevalensi Stunting Kota Solo Lebihi Angka Nasional

BETANEWS.ID, SOLO – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo, Selvi Ananda bersyukur atas hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot Solo) dalam mengentaskan stunting. Hal itu ia sampaikan usiai menghadiri peringatan Hari Kelurga Nasional (Harganas) ke-30 di Balai Kota Solo, Rabu (2/8/2023).

Acara ini juga dihadir oleh Ketua BKKBN RI, Dr. Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta Purwanti, dan jajaran Forkopimda Kota Solo.

Baca Juga: Pemilihan Rektor Baru, UNS dan Kemendikbudristek Siapkan Skema Pemulihan MWA

-Advertisement-

Beberapa upaya yang dimaksud, mulai dari pendampingan keluarga beresiko stunting, pemberian makanan siap saji dengan konsep Kebut Sehat Bebas Stunting baik bagi ibu hamil dan anak dibawah 2 tahun, Gerakan makan telur di Posyandu oleh Dinas Pangan dan Pertanian hingga pemberian jaminan kesehatan melalui KIS PBI APBD bagi seluruh penduduk Kota Solo.

Atas sejumlah upaya tang telah dilakukan tersebut, kasus stunting di Kota Solo mengalami perubahan positif, bahkan prevalensi angka balita stunting di Kota Solo saat ini sebesar 16,2 persen. Angka tersebut melebihi jumlah prevalensi nasional yang masih berada di angka 21,6 persen.

“Hasilnya tadi jadi untuk motivasi kedepannya kita bisa mewujudkan Solo stunting ya di tahun depan,” kata istri Wali Kota Solo itu.

Selvi juga mengatakan bahwa pihaknya akan menyoroti kasus perceraian di Kota Solo. Sebab, hal itu juga akan berdampak pada pola asuh yang didapatkan anak dan akan berdampak pula pada perkembangan anak.

“Tadi kan dikatakan ternyata kasus perceraian itu juga tinggi, seperempat dari (angka) pernikahan. Jadi itu mungkin nanti yang jadi catatan khusus kita akan buat parenting, itu yang tidak kalah penting. Jadi anak-anak yang dibutuhkan adalah salah satunya pola asuh ya, apalagi dengan banyaknya kasus perceraian itu pasti juga berdampak ke anak-anak,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua BKKBN RI, Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya percepatan penurunan kasus stunting yang dilakukan di Kota Solo. Dirinya juga menyampaikan arahan dari Prsiden Jokowi terkait penurunan stunting hingga 14 persen perlu dilakukan sebagai upaya bangsa Indonesia menuju bonus demografi dengan mempersiapkan generasi yang cerdas, berintelektualitas tinggi dan bebas stunting di Indonesia Emas pada tahun 2045.

Baca Juga: DPRD Solo Dorong Pemkot Amankan 5 HGB Lahan di Benteng Vastenburg Sitaan Kejagung

“Kita di tahun 2045 Indonesia Emas itu harus tetap kerja keras, agar pendapatan kita naik pesat memanfaatkan bonus demografi, dan arahan Presiden penentunya adalah keluarga. Keluarga menjadi pondasi untuk kemajuan bangsa dan remaja inilah yang akan menjadi pemimpin masa depan,” jelas Hasto.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga memberikan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Selvi Ananda. Adapun Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh BKKBN RI atas dedikasi tinggi seseorang terhadap program pengendalian penduduk, Keluarga Berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER