31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Terjaring Razia Satpol PP di Kawasan Menara Kudus, Pengemis Ini Ngaku Buruh Cuci

BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki Bulan Sura (Muharram), peziarah yang datang ke Makam Sunan Kudus pun melonjak. Ramainya kunjungan ini dimanfaatkan para pengemis untuk mendulang uang dari belas kasih mereka.

Segala macam cara dilakukan mereka untuk mendapatkan uang dari peziarah. Bahkan tak jarang ada yang sampai mengejar dengan sedikit memaksa untuk mendapatkan uang.

Aksi mereka ini sering membuat peziarah resah sehingga memaksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus menggelar razia. Seperti yang dilakukan pada Rabu, (19/7/2023). Adanya razia itu membuat para pengemis lari tunggang-langgang.

-Advertisement-

Baca juga: Enaknya Jadi Pengemis di Pati, Siang Minta-minta Malamnya Mangku Purel

Namun, ada momen petugas Satpol PP dikelabui satu pengemis perempuan yang ketika mau ditangkap mengaku sebagai buruh cuci dan akan pulang. Padahal dia membawa toples kecil yang biasa digunakan untuk meminta uang. Karena petugas Satpol PP tak punya bukti termasuk uang hasil mengemis, perempuan itu pun dilepas.

Komandan Regu (Danru) Patroli Satpol PP Kudus, Suharyanto, mengatakan, razia yang dilakukannya merupakan kegiatan rutin untuk penanggulangan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT). Karena memasuki Bulan Muharram sehingga Kawasan Menara Kudus jadi prioritas razia.

“Sebab memasuki Bulan Muharram, jumlah peziarah di Makam Sunan Kudus meningkat. Sehingga keberadaan para pengemis itu akan mengganggu kenyamanan para peziarah,” ujarnya.

Dia mengatakan, razia yang dilakukan tersebut untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2017 tentang Penanganan, Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan. Serta Perda Nomor 8 Tahun 2015 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (KKK).

Baca juga: Wow! Penghasilan Pengemis di Kudus Capai Rp80 Ribu per Jam

“Saat kami lakukan razia, para pengemis pada lari ke gang-gang di sekitar kawasan Menara Kudus, sehingga tak ada yang tertangkap. Ada satu yang tertangkap tapi orangnya tunanetra, kami pun kemudian memintanya untuk pulang ke rumah,” ungkapnya.

Suharyanto mengimbau kepada warga dan para peziarah di Makam Menara Kudus agar melaporkan ketika melihat pengemis, gelandangan, dan anak jalanan, serta jangan memberikan apapun kepada para pengemis.

“Kalau ada pengemis jangan dikasih, tidak usah dikasih uang,” imbaunya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER