31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Terbukti Lakukan Pungli, Ganjar Berhentikan Kepala SMKN 1 Sale Rembang

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberhentikan Kepala SMKN 1 Sale, Kabupaten Rembang yang terbukti lakukan pungutan liar (pungli). Kasus tarikan kepada siswa berkedok infak pembangunan musala itu terjadi mulai 2022 lalu.

“Dia kita bebastugaskan. Kemudian kita melakukan pengecekan dan minta (uang tarikan) untuk dikembalikan,” kata Ganjar di sela kunjungan di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (11/7/2023) malam.

Ganjar menekankan, tindakan tegas terhadap Kepala SMKN 1 Sale itu merupakan langkah agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain. Ganjar juga mengaku peran masyarakat sangat membantu, dengan cara melaporkan kasus pungli.

-Advertisement-

Baca juga: Cairkan Bantuan Keuangan Desa Rp1,7 Triliun, Ganjar: ‘Jangan Ada Pungli, Jangan Ada Korupsi’

“Makanya kita ambil tindakan tegas, jadi kita langsung Plh. Kita langsung tarik dulu, kita pindah dulu. Kemudian ini agar menjadi perhatian bagi semuanya untuk tidak main-main. Hal-hal aduan selalu datang maka model-model semacam ini, ya kita butuh bantuan masyarakat. Laporgub sudah cukup bagi saya untuk bisa melaporkan,” tegasnya.

Ganjar tidak menduga temuan itu mencuat dan menjadi perhatian banyak orang. Bahkan video tentang dialog dengan siswa di Pendopo Kabupaten Rembang yang diunggah di akun media sosialnya diakses banyak orang.

“Saya juga tidak menduga obrolan itu ternyata diperhatikan oleh banyak orang, dua juta lebih tadi mengakses Instagram saya karena soal itu dan dia menceritakan kejadiannya di mana-mana,” ujar Ganjar.

Mencuatnya kasus pungli itu menurut Ganjar menjadi pengingat kepada kepala sekolah dan guru di mana pun agar berhati-hati. Ganjar berulang kali menegaskan agar tidak menarik iuran dalam bentuk apapun kepada siswa atau wali siswa. Bahkan sudah ada aturan tegas yang mengatur tentang hal itu.

Baca juga: Keluhkan Pungli di Jalan, Rerata Sopir Truk Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 150 Ribu

“Jadi kita titip kepada kawan-kawan guru, kawan-kawan kepala sekolah, agar berhati-hati betul pada soal tarikan-tarikan kepada siswa agar tidak memberatkan,” jelasnya.

Bagi Ganjar, masih banyak cara kreatif yang dapat dilakukan sekolah tanpa harus meminta iuran kepada siswa, misalnya dengan mengundang alumni untuk ikut berperan membangun sekolah.

“Ada beberapa sekolah cukup kreatif, dia membangun dengan mengundang alumni, itu kan boleh tapi bukan siswa, kasihan siswanya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER