Sumber Air di Desa Jetiskapuan Jadi Penolong Warga Saat Kemarau

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa kendaraan muatan tampak terparkir di depan tempat pengisian air Umbul Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Masing-masing kendaraan itu terlihat membawa jeriken untuk diisi air di tempat tersebut.

Setiap harinya, tempat pengisian air yang saat ini dikelola oleh BUMDes Makmur Desa Jetiskapuan tersebut tak pernah sepi dari pelanggan yang membutuhkan air bersih, baik untuk digunakan sendiri maupun untuk dijual. Di musim kemarau seperti ini, tempat itu memang menjadi jujugan khususnya bagi warga di Kecamatan Undaan, dan Kecamatan Karanganyar, Demak.

Seorang warga sedang mengisi air ke jeriken di Umbul Desa Jetiskapuan, Kamis (20/7/2023). Foto: Kaerul Umam

Direktur BUMDes Makmur, Agus Purwanto (52), mengatakan, beberapa desa di Undaan yang jadi pelanggan tetap adalah Desa Kalirejo, Desa Kutuk, dan sekitarnya. Apalagi, sumber air di sana kualitasnya bagus se-Kabupaten Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Antisipasi Kekeringan Tahun Ini, BPBD Kudus Siapkan 1.000 Meter Kubik Air Bersih

“Sumber air ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak terjangkau air bersih. Sebenarnya di daerah Kalirejo ada air bersih tapi mungkin tidak terpenuhi,” katanya, Kamis (20/7/2023).

Menurutnya, sumber air yang sudah menghidupi warga kurang lebih selama 63 tahun itu setiap harinya bisa mengeluarkan air sebanyak 1.000 liter.

“Air di sini itu kualitasnya terbaik. Karena kita ini berada di cekungan. Jadi menurut ahli geologi air yang kita ambil hari ini merupakan perjalanan 30 tahun yang lalu dari pegunungan Muria. Bahkan dari ahli itu, air di sini bisa langsung diminum dan kualitasnya sama dengan air isi ulang atau kemasan pabrik besar,” ujarnya.

Ia menuturkan, karena dikelola oleh BUMDes, warga yang mengambil air harus membayar Rp500 setiap satu jeriken berisi 30 liter. Menurut Agus, di musim kemarau seperti sekarang ini, permintaan air semakin meningkat mencapai 20 persen dibadning musim hujan. Mengingat, di beberapa daerah di Undaan sulit mencari air bersih.

Baca juga: Dampak El Nino, Beberapa Wilayah di Pati Berpotensi Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih

Salah satu warga, Sukis, mengaku sudah lama berlangganan di sana. Setiap lima hari sekali ia membawa 20 jeriken untuk dijual kepada tetangga sekitar.

“Untuk harganya dari sini Rp500 per jeriken. Nantinya saya jual Rp4 ribu. Pernah mengambil air di Karanganyar, Demak tapi kualitasnya lebih bagus dan jernih di sini,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER