Revitalisasi Keraton Solo Segera Digarap, Telan APBN Rp 35 M

BETANEWS.ID, SOLO – Proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan segera terealiasasi pada akhir tahun ini. Peremajaan bangunana cagar budaya itu rencanbanya akan dimulai dari bagan Alun-alun terlebih dahulu, baik Utara maupun Selatan.

Penataan kawasan Keraton Surakarta diawali rapat persiapan yang juga dihadiri oleh beberapa pihak, seperti Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPWJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, dan Keraton Surakarta.

Baca Juga: Stadion Manahan Sering Jadi Venue Konser, Gibran: ‘GBK Lebih Sering’

-Advertisement-

Rapat ini digelar secara tertutup di Hotel Novotel Solo, Rabu (26/7/2023). Rapat ini juga dihadiri oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Raja Keraton Solo, Paku Buwono XIII, Putra Mahkota Keraton Solo K.G.P.A.A. Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah, Kuswara.

Pada rapat ini juga dlakukan penandatangan kerja sama BPPWJT, Pemkot Solo, dan Keraton Solo. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPPWJT, Kuswara, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan Putra Mahkota Keraton Solo K.G.P.A.A. Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

“Dari pertemuan ini mudah-mudahan kita bisa segera kita lakukan (revitalisasi). Targetnya Memang dari awal Agustus. Jadi ini adalah kesepakatan dengan Sinuhun dan juga dari Mas Wali Kota, karena ini kan permintaan renovasi itu ke pemerintah pusat itu dari Mas Wali-nya. Dan kami ditugaskan sebagai proyek pelaksana,” ujar Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah, Kuswara usai rapat.

Menurutnya, revitalisasi bangunana cagar budaya memang tidak mudah, berbeda dengan membangun sebuah bangunan baru. sehigga perlu sejumlah kajian sebelum peremajaan dilakukan dan perlu adanya pengawasan saat pengerjaan.

“Tentunya nanti ada konsultan pengawas yang jelas, jadi ada kontraktornya ada konsultan pengawas, kemudian ini juga kita kelola Bersama. Tdi juga ada dari Balai Pelestarian Kebudayaan WIayah X. Timnya nanti juga akan kita kolaborasikan bersama kami dari tim PUPR, tim dari Kasunanan dan juga tim dari Mas Wali Kota,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, revitalisasi keraton kali ini akan menggunakan dana dari APBN dengan kisaran nilai RP35 miliar dan akan dibangun kontrak tahun jamak atau multiyears.

“Nilai dananya mungkin di sekitar angka 35 miliar kurang lebih dari APBN 2023-2024 jadi mulai dari tahun ini kemudian sampai 2024. 2 Tahun Anggaran multi Years,” katanya.

Kalau ada perubahan desain nanti kami akan menyesuaikan dengan kondisi-kondisi di lapangan dan juga masukan-masukan dari tim ahli jadi karena ini cagar budaya itu kita sangat harus hati-hati jadi perubahan desain luar biasa tapi lebih ke detail-detail saja

Adapun revitalisasi keraton kasunana ini rencananya akan dimulai pada akhir September atau awal Oktober 2023 ini. hal senada juga dikatakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabumig Raka.

“Wes beres. Mungkin September atau awal Oktober akan segera mulai ya, sesuai rencana, kita tinggal menyelesaikan non teknisnya ya,” kata Gibran.

“Sudah on schedule semua, dari pihak Sinuhun, dari pihak Keraton sudah semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Putra Mahkota Keraton Solo, KGPH Purboyo mengatakan bahwa tidak ada permintaan khusus dari Sinuhun PB XIII. Namun, satu usulan yang diajukan adalah hanya ada dua buah pohon yang berdiri di kawasan alun-alun.

“Karena pada zaman dulunya memang tata letak mungkin di Alun-alun itu hanya terdapat dua pohon yaitu pohon Beringin yang di Alun-alun Utara ataupun yang di Selatan. Kami tadi dari pihak Keraton juga sempat menyampaikan ke PUPR juga mungkin bisa dipikirkan lagi lah mungkin bisa dipindah atau ditata di tempat yang lain,” ujarnya.

Baca Juga: Gaet Pemilih Muda, FX Rudy Sebut Gibran dan Alam Ganjar Cocok Jadi Jurkam

Selain itu, kawasan Alun-alun juga akan ditata dan dikembalikan layaknya fungsi awal zaman dahulu. Yakni dengan menggunakan pasir dan hanya digunakan utnuk upacara adat.

“Memang alun-alun ini di konsep kosong, hanya untuk gladi prajurit dan mungkin kegiatan-kegiatan adat begitu. Jadi nanti kami juga akan membuat alun-alun itu nanti bersama dengan PUPR dikembalikan seperti Keraton Jogja. Keraton Jogja itu kan juga dengan pasir sekarang pasir Pantai Selatan. Mungkin juga nanti Keraton Solo maupun Utara dan Selatan akan dikembalikan dengan pasir Pantai Selatan,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER