Punya Pengalaman Jadi Koki, Kasiran Nekat Buka Kedai Kang Kas

BETANEWS.ID, KUDUS – Bermodalkan pengalaman menjadi koki di restoran, Kasiran (34) nekat membuka Kedai Kang Kas. Kedai yang berada di tepi Jalan Sentot Prawirodirjo, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus menjadi ajang pembuktiannya di dunia kuliner.

Saat ditemui usai melayani pembeli, Kasiran menuturkan, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk merintis usaha kedai tersebut Kasiran sebelumnya bekerja sebagai koki di restoran Omah Semar di Undaan Tengah selama satu setengah tahun.

Baca Juga: Manfaatkan Limbah Dapur, Pupuk Cair Bibit Mas Tembus Luar Jawa

-Advertisement-

Dengan pengalaman tersebut, Kasiran memberanikan diri untuk usaha demi pengembangan dan kemajuan karirnya. Menurutnya, dengan bermodalkan uang sebesar Rp 10 juta yang dikumpulkan dengan satu orang temannya itu, kemudian membuat kedai pada 7 Juli 2023.

Ia menjelaskan, alasannya ia memilih membuka kedai yang berjualan nasi goreng (nasgor) lantaran makanan tersebut menurutnya paling banyak diminati kebanyakan orang, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.

“Karena peminat nasi goreng banyak, kemudian di saat malam hari itu kan banyak orang juga yang membutuhkan makanan, sehingga makanan ini masuk untuk dijual, dan potensinya bagus,” katanya, Jumat (28/7/2023) malam.

Kasiran mengaku, meski baru berjalan dua pekan terakhir, kedainya itu menjadi jujugan pembeli. Menurutnya, kedai yang buka mulai pukul 17.00 WIB hingga dini hari itu menyediakan menu nasgor dan mie nyemek. Menu unggulan di sana yang jarang dijumpai di tempat lain adalah seafood.

“Intinya pengen menjual menu yang berbeda dengan lainnya. Kebetulan saat ini kan masih jarang yang menjual nasgor seafood, jadi biar beda dengan lainnya,” tutur pria yang beralamat Desa Undaan Lor RT 2 RW 3, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Cerita Leli, Merantau untuk Jual Bendera, Sempat Mau Pulang Karena Sepi

Kedai tersebut, kata Kasiran, dalam sehari mampu menjual 40 hingga 48 porsi. Bahkan pernah di saat ramainya, penjualan habis paling cepat pukul 20.00 WIB.

“Pembeli dari kalangan anak muda hingga orang dewasa. Menu yang tersedia seperti nasgor. Kebanyakan pembeli dari kalangan keluarga. Sedangkan mie nyemek dari anak muda,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER