BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Perkumpulan Biro Wisata Karimunjawa (PKBI), Sudarmono mengatakan bahwa banyak wisatawan mengeluhkan tidak mendapat tiket pada saat akan menyebrang ke Pulau Karimunjawa. Hal tersebut dikarenakan Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai tidak melayani pembelian tiket secara online.
“Keterbukaan informasi terhadap ketersediaan tiket itu tidak ada, sehingga imbasnya wisatawan baik yang lokal maupun dari daerah masing-masing tidak mendapat tiket, karena pelayanan tiketnya hanya secara offline, tidak ada yang online,” katanya di Kantor Setda Jepara, Selasa (4/7/2023).
Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta, akan segera mengirim surat kepada kepala pimpinan dari ASDP agar KMP Siginjai membuka layanan secara online. Bahkan, ia menekankan jika di era digital seperti sekarang, layanan online sangat dibutuhkan.
Baca juga: Wisatawan Karimunjawa Membeludak, Banyak Rumah Warga Jadi Homestay Dadakan
“Karimunjawa ini kan sifatnya wisata yang sudah nasional, sehingga kalau tidak ada layanan onlinenya nanti akan kesulitan. Kalau masalah warga lokal bisa disisakan sekitar 25 persennya kuota khusus bagi masyarakat Karimunjawa,” katanya.
Kemudian ia menambahkan, apabila KMP Siginjai mengalami kesulitan untuk pemenuhan perangkat layanan online, mereka dapat menggunakan fasilitas yang terdapat di Kantor Pelabuhan Jepara.
“Kalau kesulitan masalah perangkat bisa menggunakan yang ada di kantor Pelabuhan Jepara atau kantornya Kadishub,” tambahnya.
Baca juga: Jepara Bakal Jadi Tuan Rumah 11 Cabor di Porprov 2023
Adanya layanan online tersebut, menurutnya juga sebagai bentuk transparansi informasi kepada calon penumpang yang akan berlayar ke Karimunjawa.
“Karena situasi yang kita hadapi saat ini harus jelas, ada turis ada bule, agar saat mau ke sana sudah tau kepastian jadwalnya. Supaya transparan untuk menjaga kepastian orang yang mau datang kesana sudah jauh-jauh,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

