31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Pelantikan Tertunda, Kumpulan Ranking 1 Seleksi Perades Tuntut Balik Rp 1,2 Triliun

BETANEWS.ID, KUDUS – Polemik seleksi perangkat desa (perades) di Kabupaten Kudus memasuki babak baru. Pasalnya, kumpulan rangking satu seleksi perades hasil tes yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan gugatan balik.

Kuasa hukum kumpulan rangking satu yakni Sukis Jiwantomo mengatakan, gugatan balik ditujukan kepada paniti seleksi (pansel) di 40 desa di Kabupaten Kudus yang semula menggugat hasil tes seleksi perades. Gugatan balik bernomor 26/Pdt.G/2023/PN Kds.

Baca Juga: Kades Undaan Kidul Jadi Tersangka Korupsi APBDes, Hartopo: ‘Ada yang Tahu Regulasi tapi Menyepelekan’

“Gugatan secara resmi kami sampaikan pada hari Rabu (12/7/2023). Dengan tergugat pansel di 40 desa yang melakukan gugatan hasil tes seleksi perades yang diselenggarakan oleh FISIP Unpad,” ujar pria yang akrab diapa Sukis kepada Betanews.id saat dihubungi melalui telepon, Jum’at (14/7/2023).

Sukis mengungkapkan, gugatan balik tersebut dilakukan karena klienya merasa dirugikan terhadap gugatan yang dilakukan oleh pansel 40 desa terkait dugaan wanprestasi ke Unpad. Pasalnya dengan adanya gugatan tersebut, para kumpulan ranking satu belum ada kejelasan kapan akan dilantik.

“Karena gugatan itu, sehingga terjadi penundaan pelantikan berturut-turut. Bahkan penundaan kedua, digantungkan pada putusan perkara di pengadilan. Sehingga klien kami sangat dirugikan, baik materiil maupun imateriil,” bebernya.

Baca Juga: Peduli Kebersihan Lingkungan, Kapolres Kudus Terjun Langsun Ikut Bersihkan Sungai

Oleh sebab itu, lanjut Sukis, pihaknya menggugat balik pansel perades di 40 desa dan menuntut ganti rugi honor dan pengganti bengkok kurang lebih sebesar Rp 1,2 triliun. Tuntutan ganti rugi tersebut harus ditanggung secara tanggung renteng oleh para tergugat.

“Tuntutan ganti rugi itu meliputi pengganti honor yang seharusnya diterima para peserta peringkat satu kurang lebih sebesar Rp 2,5 miliar. Serta ganti rugi pengganti bengkok yang seharusnya sudah diterima dengan nilai kurang lebih sebesar Rp 1 triliun,” rinci Sukis.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER