Laka Kereta Api Brantas, Lokomotif Baru Bisa Ditarik Subuh Tadi

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pembersihan lokasi kecelakaan Kereta Api (KA) Brantas versus truk tronton di perlintasan kereta api Madukoro Semarang baru selesai pada Rabu (19/7/2023) sekitar pukul 4.30 WIB. Proses evakuasi itu melibatkan lokomotif pembantu dengan satu gerbong tambahan.

Proses penarikan lokomotif KA Brantas dan bangkai kepala truk ini setidaknya membutuhkan waktu empat jam. Prosesnya mulai dari pembuatan pondasi balok-balok kayu penyangga di jembatan rel hingga pengelasan di bagian depan lokomotif. Sedangkan secara keseluruhan, proses pembersihan rel lokasi kecelakaan memakan waktu sembilan jam setelah terjadinya kecelakaan.

Sebagaimana video kecelakaan yang viral di media sosial, sekitar pukul 19.30 WIB, Selasa malam, sebuah truk tronton berbadan gandengan panjang melintasi jalur perlintasan KA Madukoro raya dari arah Utara. Ketika kepala truk sudah sampai di perlintasan rel sisi Selatan, badan gandengan truk menyangkut di perlintasan rel sisi Utara. Alhasil truk tidak bisa maju atau mundur. Tak lama berselang palang perlintasan KA mulai diturunkan karena KA Brantas dari Pasar Senen Jakarta akan lewat. Sopir dan kernet truk pun menyelamatkan diri.

-Advertisement-

Baca juga: Ganjar Tinjau Lokasi Kecelakaan KA Brantas, Evakuasi Secepat Kilat

KA Brantas yang membawa 4 gerbong eksekutif dan 6 gerbong ekonomi tersebut tak dapat menghindari tabrakan. Lokomotif KA Brantas menyambar kepala truk hingga masuk ke dalam lorong jembatan besi. Kereta baru terhenti di tengah-tengah jembatan dengan kobaran api dari ledakan kepala truk.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Korban jiwa tidak ada, namun ada satu yang terluka dari penumpang kereta api yang tadi melompat,” terang Irwan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan, kecelakaan ini mengakibatkan keterlambatan jadwal kereta api lainnya.

“Kerugian masih diperhitungkan, ada kerusakan rel, jembatan, kereta, dan immaterial karena berkaitan kepercayaan masyarakat terhadap kami,” ucap Ixfan.

Baca juga: Taman Tegalsari dan Singosari Dipercantik, Pemkot Jadikan Wonderia Wisata Religi

Proses pembersihan lokasi kecelakaan diawali dengan menarik badan gandengan truk yang menyangkut di ujung jembatan. Proses ini cukup merepotkan mengingat gandengan truk yang berbobot berat. Proses ini membutuhkan bantuan satu 2 truk penderek dan 1 forklift. Sekitar pukul 22.30 WIB, badan gandengan truk baru bisa disingkirkan.

Selanjutnya sebuah crane didatangkan untuk menarik gerbong eksekutif yang sedikit keluar jalur. Setelah berhasil diangkat ke jalur, gerbong kemudian didorong manual oleh beberapa petugas dan relawan. Pekerjaan berikutnya adalah mengambil bangkai kepala truk yang menyangkut di dinding jembatan besi dengan menggunakan crane yang sama. Proses mengangkat kepala truk yang ringsek tersebut selesai sekitar pukul 12.30 WIB.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menyaksikan proses tersebut. Ganjar bahkan harus turun tangan ikut menertibkan warga yang berjubel menonton.

“Terima kasih semua sudah sigap, dari kepolisian, dari KAI, dsn semuanya, mudah-mudahan yang terluka bisa segwa diobati,” sebut Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER