Komisi B DPRD Pati Sarankan Pemkab Pati Getol Tanam Mangrove untuk Tanggulangi Abrasi

BETANEWS.ID, PATI – Abrasi yang mengakibatkan terkikisnya bibir pantai di wilayah Kabupaten Pati, khususnya di Pati Utara, menjadi perhatian serius dari Anggota DPRD Pati, M Nur Sukarno.

“Kami menyarankan Pemerintah Kabupaten Pati mengurangi tingkat abrasi pantai, utamanya di Pati Utara khususnya di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, dan Margoyoso,” ujarnya, Selasa (25/7/2023).

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) itu mengungkapkan, setidaknya ada dua cara mencegah abrasi di pesisir.

-Advertisement-

Baca juga: Banyak yang Kosong, DPRD Pati Minta Pengisian Perangkat Desa Dilakukan Tahun Ini Juga

“Adapun cara pertama yaitu dengan konstruksi fisik membangun bronjong batu di pesisir pantai. Atau cara yang kedua dengan penanaman mangrove,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sukarno memberikan saran kepada Pemkab Pati agar menggencarkan penanaman mangrove dengan sistem buis beton dibandingkan bronjong.

“(Bronjong) 20 kali lipat mahalnya (dari buis beton), dan hempasan gelombang (bronjong) energinya pindah ke kanan atau kiri dari Bronjong tersebut,” ungkap Sukarno.

Menurutnya, mangrove bisa ditanam dengan buis beton dulu, baru di atasnya ditanami atau bibit mangrove ditanam dalam bambu yang besar.

“Baru ditanam di pantai yang bersubstrat pasir,” ucapnya.

Baca juga: Dewan Sambut Baik Rencana DLH Pati Ajukan Lahan Perhutani untuk TPA di Pati Selatan

Lebih lanjut, Sukarno juga menyayangkan waktu dana rehabilitasi mangrove yang sering kurang tepat.

Bukan hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup juga seringkali mendapatkan anggaran yang kecil untuk rehabilitasi mangrove, sehingga Patilebih mengandalkan CSR.

“Kesemuanya itu tergantung dananya, kadang dana turun di bulan Mei, atau di bulan November, sehingga waktu penanaman kurang tepat,” tambah Anggota Komisi B DPRD itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER