BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah tenaga outsoursing di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus disebut terlalu banyak. Bahkan saking banyaknya, gedung DPRD Kudus disebut sudah mirip dengan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street).
Hal itu dikatakan oleh anggota fraksi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ilwani saat interupsi di Rapat Paripurna DPRD Kudus, Selasa (18/7/2023). Rapat Paripurna tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kudus, Hartopo.
Baca Juga: Baru Pertengahan Tahun, Laba BPR BKK Kudus Sudah Lampaui Target
Ilwani mengatakan, bahwa saat ini jumlah tenaga outsorcing di gedung DPRD Kudus ada sekitar 50 orang. Menurutnya, jumlah tersebut sangat banyak dan jadi beban anggaran daerah.
“Sekarang jumlah tenaga oursourcing di gedung DPRD Kudus itu hampir 50 orang, pak bupati. Sudah kayak Bursa Efek Washington, gedung DPRD Kudus ini. Marem iki,” ujar Ilwani sembari terkekeh.
Oleh karena itu, Ilwani meminta kepada Bupati Kudus kinerja tenaga outsourching di gedung DPRD Kudus dievaluasi. Serta, bagaimana agar jumlahnya bisa dikurangi.
“Ini serius lho saya. Jumlah tenaga outsourcing itu perlu dievaluasi agar tak jadi beban anggaran daerah. Jadi tolong dievaluasi, daripada banyak yang nganggur,” bebernya.
Sementara itu Bupati Kudus Hartopo mengatakan, bahwa tiga tahun pandemi itu berdampak juga pada pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU). Sehingga, ia pun meminta, jika ada pokok pikir (pokir) dari teman-teman dewan itu sebaiknya diprioritaskan untuk infrastruktur.
“Bukan untuk rekrutmen pegawai. Sementara perekrutan pegawai di DPRD Kudus kemarin itu melalui pokir,” ungkap Hartopo.
Baca Juga: Kumpulan Ranking 1 Perades Gugat SK Bupati Kudus ke PTUN
Keberadaan tenaga outsourcing, tuturnya, akan dievaluasi ke depannya. Apalagi, dengan edaran surat dari Kementeri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tidak diperbolehkan adanya tenaga kontrak.
“Tentunya akan dievaluasi. Kan tiga bulan bisa dievaluasi. Kalau kerjanya tidak baik bisa dievaluasi,” tandasnya.
Editor: Haikal Rosyada

