Dua Desa di Pati Ditetapkan Jadi Kampung Moderasi Beragama, Ini Alasannya

BETANEWS. ID, PATI – Dua desa di Kabupaten Pati ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama (Kemenag). Kedua desa itu terletak di Kecamatan Gunungwungkal, yaitu Desa Jrahi dan Desa Giling.

Kedua desa ini menjadi desa pertama di Kabupaten Pati yang ditetapkan menjadi Kampung Moderasi Beragama. Kemenag memilih kedua desa ini, lantaran terdapat berbagai agama maupun penghayat kepercayaan yang dianut masyarakat.

Baca Juga: Ritual Jamasan Kendeng, Tradisi Suronan Sedulur Sikep untuk Merawat Lingkungan

-Advertisement-

”Di sana ada Islam, Budha, Kristen dan penghayat kepercayaan. Ini sudah mencerminkan adanya moderasi beragama yang baik,” kata Plt Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaikhu saat menghadiri Launching Kampung Moderasi Beragama di Wihara Saddhagiri Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Rabu (26/7/2023).

Pihaknya berharap, dengan ditetapkannya Kampung Moderasi Beragama di Kabupaten Pati, toleransi antarumat beragama semakin kuat dan perpecahan dapat dihindarkan.

Camat Gunungwungkal, Febes Mulyono pun merasa bersyukur dengan ditetapkannya dua desa di wilayahnya menjadi Kampung Moderasi Beragama. Ia pun berharap, kerukunan antarumat beragama terus terjalin.

https://youtu.be/ysJuZ3EspCY

”Ini menjadi simbol kerukunan antarumat beragama. Keyakinan masing-masing pribadi, tapi kerukunan kita sama. Saya adalah kita,” imbuh Febes.

Hal senada juga diungkapkan Ketua FKUB Kabupaten Pati Ahmad Choiron. Ia mengatakan, terdapat enam agama yang dianut masyarakat Kabupaten Pati dan berbagai penghayat kepercayaan.

Baca Juga: Soal Pergantian Pj Bupati Pati, Ini Kata Ketua DPRD Pati

Ahmad Choiron menilai, kerukunan antarumat harus dijaga. Apabila tidak ada upaya untuk menjaga kerukunan, ia khawatir terjadi konflik antarumat beragama.

”Ini harus diuri-uri. Kerukunan antarumat beragama termasuk tugas saya. Agar untuk beragama ini tidak terlalu keras dan radikal. Karena ini kita tidak sendirian. Kita tidak hanya personal umat beragama tapi kampung. Ndak ada konflik dan persoalan. Hidup rukun, toleransi,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER