31 C
Kudus
Jumat, September 22, 2023

Djarum Foundation Targetkan Bina 50 Persen PAUD di Kudus Pada 2027-2028

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakti Pendidikan Djarum Foundation terus terpacu untuk mencetak generasi penerus yang kelak memilik masa depan gemilang. Hal itu dibuktikan dengan memberikan pembinaan terhadap puluhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Vika Andina, mengatakan, saat ini pihaknya sudah membina 41 PAUD, terdiri dari Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), dan Taman Kanak-kanak (TK).

“Tiap tahunya kami akan menambah 10 lembaga pendidikan usia dini yang akan dijadikan binaan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Mungkin nanti di 2027 atau 2028 kita bisa membina 50 persen dari jumlah total PAUD di Kudus,” ujar Vika di Pusat Belajar Guru (PBG), Jumat (14/7/2023).

Baca juga: Guru PAUD di Kudus Berlomba Ciptakan Generasi Emas Lewat Pembelajaran Berbasis Bermain

Tujuan Bakti Pendidikan Djarum Foundation melakukan pembinaan, ungkap Vika, karena siswa PAUD berada di fase pertumbuhan generasi emas. Menurutnya, golden age itu berada di rentang usia 3-6 tahun.

“Pada usia tersebut, para siswa PAUD kita ajari berfikir kritis agar ke depan mereka bisa jadi pembelajar sepanjang hayat. Mereka bisa jadi generasi emas dan nanti ke depannya bisa memiliki masa depan yang gemilang,” bebernya.

Mekanisme pembinaan lembaga pendidikan anak usia dini oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation adalah melalui Program Pengembangan Kompetensi Guru dengan Pembelajaran Berbasis Bermain dalam Budaya Inkuiri untuk guru-guru PAUD di Kudus.

Selain diberikan pelatihan mengenai pembelajaran berbasis inkuiri, para guru PAUD juga akan diberikan tantangan yang dilaksanakan di akhir program melalui kompetisi Golden Challenge AJARI.

Baca juga: Inilah Cerita Awal Berdirinya Djarum Bakti Pendidikan yang Naungi 16 SMK di Kudus

Golden Challenge ini juga menjadi salah satu cara bagi Bakti Pendidikan Djarum Foundation bersama Polytron untuk mengukur seberapa jauh perilaku para guru PAUD dalam mewujudkan pembelajaran berbasis bermain dalam budaya inkuiri di kelas masing-masing.

“Golden Challenge itu sungguh luar biasa. Dari hasil Golden Challenge, kami dapat melihat perubahan perilaku mengajar peserta di kelas. Atas pencapaian ini kami memberikan apresiasi bagi para pemenang. Tujuannya agar pemenang tetap semangat mengimplementasikan pembelajaran berbasis inkuiri di sekolah masing-masing,” ujar Vika.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,308PengikutMengikuti
118,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER