BETANEWS.ID, DEMAK – Di perkampungan Sawunggaling, RT 6 RW 10, Kelurahan Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak, terdapat tempat peristirahatan tokoh legendaris kerajaan Demak, yakni makam Raden Sawunggaling.
Makam tersebut, dari pusat kota berjarak sekitar 3 menit perjalanan, atau 1 kilometer dengan menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Masyarakat Antusias Berebut Gunungan Grebeg Suro Girikusumo
Konon, Raden Sawunggaling dikenal masyarakat sebagai adik Sultan pertama Demak, Raden Fatah. Seorang keturunan bangsawan dari Prabu Brawijaya V yang ke-80.
Menurut pengurus makam, Solikhin, Raden Sawunggaling memiliki kiprah besar dalam perkembangan kerajaan Demak. Semasa hidupnya, Ia bertugas sebagai pendamping Sultan Fatah dalam mengurusi pemerintahan.
“Jadi beliau itu, ahli di bidang pemerintahan dan bidang militer intelegen. Beliau dari dulunya sangat tertutup sekali,” katanya saat ditemui betanews.id, Rabu (19/6/2023).
Memiliki sifat nasionalis dan berjiwa pahlawan, masyarakat mengabadikan sosok Raden Sawunggaling menjadi nama tempat di kelurahan Bintoro. Selain itu, warga juga sering melakukan pengajian rutin setiap Jumat Legi di sekitar komplek makam.
“Raden Sawunggaling berada di perkampungan Sawunggaling. Kebetulan nama beliau dijadikan nama kampung di Kelurahan Bintoro ini. Selain itu, merupakan salah satu tokoh Kerajaan Demak,” imbuhnya.
Makam yang sudah ada lebih dari 1400 tahun itu, memiliki bentuk yang khas. Jika dilihat, batu nisan Raden Sawunggaling mempunyai ukiran menyerupai sengkolo atau buto. Solikhin menerangkan, hal ini menandakan lambang suatu kerajaan pada saat itu.
“Ciri-ciri era kerajaan Demak bisa dilihat dari batu nisan yang memiliki bentuk ukiran gajahan, sebagai tanda kalangan bangsawan. Itu yang bisa membaca ada tanggal dan kapan beliau meninggal,” terangnya.
Baca Juga: Banyak Diburu, Air Kendi Pasukan Patang Puluh Grebeg Suro Girikusumo Dipercaya Datangkan Berkah
Selain itu, terdapat makam lain yang juga dikeramatkan masyarakat. Yakni, makam Mbah Dirjo atau Siduarjo seorang musafir asal Rembang yang meninggal di Demak. Banyak peziarah berdatangan untuk berkunjung ke Makam Raden Sawunggaling. Tidak hanya dari wilayah lokal tapi juga luar daerah.
“Peziarahnya mulai dari Solo, Jawa Timur, Jawa Tengah, Pekalongan, Kendal, dan lain-lain,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

