31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Terendam Rob, Siswa SDN Purworejo 1 Demak Tak Bisa Merasakan Sekolah Pakai Sepatu

BETANEWS.ID, DEMAK – Tepat pukul 10.45 WIB, para siswa SD Negeri Purworejo 1, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pulang ke rumah. Tampak beberapa siswa berjalan dari arah kelas ke luar sekolah mengenakan sendal jepit. Tempat belajar yang terendam rob itu, terpaksa membuat mereka tak pernah pakai sepatu.

Jika dilihat secara keseluruhan, SDN Purworejo 1 itu bisa dikatakan tenggelam karena air limpasan laut. Lapangan yang semula digunakan untuk upacara dan kegiatan belajar lainnya, bak kolam ikan dipenuhi lumut. Sedangkan kelas-kelas penuh dengan air rob, meskipun disekat dengan papan kayu di bawah pintu.

Menurut Plt Kepala Sekolah SDN Purworejo 1, Masanah, rob mulai mengenangi kelas-kelas sejak dua tahun yang lalu. Beberapa fasilitas pembelajaran seperti perpusatakaan, lapangan, toilet, dan kelas harus ditutup karena dalamnya genangan air.

-Advertisement-

Baca juga: Penanaman Mangrove Bukan Solusi Atasi Rob di Permukiman Warga Demak

“Sepatunya awet tidak pernah dipakai,” katanya saat ditemui di kantor SDN Purworejo 1, Senin (12/6/2023).

Adanya rob, tentunya mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa di SDN Purworejo 1. Pasang surut air yang tidak menentu mengkhawatirkan kondisi para siswa ketika berlama-lama di dalam kelas.

“Tentunya mengganggu, jadi kurang maksimal. Karena menyesuaikan kondisi air di dalam sini. Kalau terlalu beralama-lama kasihan anak-anak juga. Nanti ada yang jatuh, terpeleset, masuk angin dan lain-lain. Sehingga dipadatkan pembelajarannya agar anak bisa cepat pulang,” terangnya.

Keseharian berbaur dengan air rob, berimbas mendatangkan penyakit kulit seperti gatal dan kudis. Tidak hanya siswa, para pengajar pun turut merasakan hal yang sama.

“Kemarin itu ada guru, (kodisi) kakinya itu lebih parah dari rangen tapi alhamdulillah bisa diobati karena berobat rutin ke dokter spesialis kulit,” paparnya.

Baca juga: Sering Kena Rob, SDN Purwosari 2 Sayung Terancam Tak Punya Murid

Tidak hanya itu, kondisi rob yang merendam SDN Purworejo 1 mengakibatkan penurunan minat orang tua mendaftarkan anak-anaknya untuk sekolah di sana. Jumlah siswa kelas 1 yang semula 25 murid menjadi 12 murid, separuh dari total biasanya.

“Sekarang jumlahnya ada 123 siswa. Akibat rob, orang tua anak itu berkeinginan sekolah di luar desa, karena keadaan seperti ini jadi takut anak-anaknya ada apa-apa di sini. Tapi kami tetap sosialisasi terus karena rencana akan ada peninggian,” jelasnya.

Bertahun-tahun terendam rob, Masanah menyebut untuk saat ini pihak sekolah baru menerima bantuan untuk satu peninggian kelas. Ia berharap pemerintah untuk turut membantu mengatasi masalah tersebut.

“Rencana untuk kelas 1-6 mau ditinggikan, kalau tidak ya dibuat panggung. Sudah disetujui tapi belum terealisasi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER