Dari tangan perajin, satu kendi maling dijual dengan harga Rp 60 ribu. Sebelum dijual, Ruminah biasanya melakukan pengujian terlebih dahulu untuk memastikan bahwa kendi buatannya tidak bocor.
“Terutama saat musim panas, kendi akan rawan retak atau bocor di bagian bawah. Karena proses keringannya tidak bersamaan sehingga ada bagian yang terlalu kering dan retak. Kalau penjualan biasanya diambil bakul, khusus kendi maling ini saya hanya membuat saat ada pesanan,” jelas Ruminah.
Sambil memegang kendi maling, Ruminah menjelaskan kenapa disebut kendi maling karena corong memasukan airnya sembunyi dari bawah. Selain itu juga memiliki tiga cucuk dengan dua cucuk palsu atau tidak ada lubang airnya.
Editor: Suwoko




