Sambil menunjukan alat yang digunakan, Ruminah menjelaskan, bahwa alat yang digunakan membuat kendi terdiri dari sejumlah bagian. Yang pertama adalah perbot, sebuah papan yang memutar untuk membentuk kendi. Selain itu ada juga kayu yang disebut pancalan, berfungsi untuk menggerakkan perbot.
Kemudian lenden, dari karet ban bekas digunakan sebagai pegas penggerak yang menyambung dengan pancalan. Lalu mentur, kayu panjang yang dibuatkan untuk membuat badan kendi agar bisa dibentuk bulat atau panjang.
“Ada juga megae, alat untuk menghaluskan kendi yang terbuat dari kayu. Kemudian senar, adalah alat untuk memotong badan kendi dari perbot. Selanjutnya parut, ada dua dan fungsinya sama digunakan untuk menghaluskan kendi,” ujarnya.
Ruminah melanjutkan, tanah yang digunakan untuk membuat kendi ia beli dari Jepara dan Kudus. Tanah yang dibeli kemudian dijemur terlebih dahulu hingga kering sebelum direndam air.
“Proses perendaman ini kami sebut Jebor, direndam pakai air selama tiga jam kemudian diaduk pakai bambu. Setelah itu ada tempat penyaringan dengan alat irik terbuat dari kelambu. Tanah yang paling lembut inilah yang digunakan untuk adonan tanah liat,” jelasnya.




