31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Peringati Hari Musik Sedunia, Dekase Gelar Kongres hingga Konser

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dewan Kesenian Semarang (Dekase) akan menggelar serangkaian acara terkait Hari Musik Sedunia pada 21-24 Juni 2023. Gelaran tersebut akan dilakukan di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.

Kesit Wijanarko, musisi Semarang sekaligus Komite Musik Dekase mengatakan, peringatan Hari Musik Sedunia ini baru kali pertama diselenggarakan Dekase. Namun, di beberapa komunitas musik di Semarang sudah pernah mengawalinya.

Menurut Kesit, peringatan Hari Musik Sedunia ini bermaksud untuk mempersatukan semua musisi di Kota Lumpia, sekaligus gelaran yang menjadi temu akrab musisi Semarang ini diharapkan dapat saling memberi motivasi untuk membangun dunia musik Kota Semarang.

-Advertisement-

Baca juga: Dekase Gelar Pameran 476 Foto Karya Pelajar di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang

“Setahu saya baru kali ini Dekase mengadakan peringatan hari musik sedunia. Hanya saja di beberapa komunitas sudah dilakukan. Ya tujuannya lebih pada mempersatukan dan membangun dunia musik Kota Semarang terutama di era industrialisasi seperti sekarang,” terang Kesit.

Semangat itu sebagaimana dalam Kongres Musik Kota ke-7 Semarang yang akan dilangsungkan di hari pertama. Kongres ini mengusung tema tentang penumbuhan budaya kritik musik di Semarang. Menurut Kesit, budaya kritik musik seharusnya diimplementasi dalam sebuah ruang yang konstruktif. Sebagaimana di kota lain, seperti Jakarta, budaya kritik musik sudah berjalan masif.

Masih di hari yang sama, sejumlah foto-foto dokumentasi lawasan tentang pertunjukan musik di Kota Semarang akan dipajang di ruang pamer Joglo Dekase. Pameran foto ini akan menghadirkan Gharna Radhitia dan Rudy Murdock sebagai kurator.

Menyusul setelah itu, pidato kebudayaan yang mengambil tema tentang kesadaran politik para pelaku musik. Tema ini relevan dengan momen Pemilu 2024 yang akan datang. Tema ini terutama karena melihat pentingnya kesadaran para pelaku musik atas proses politik sebagai salah satu jalan yang menunjang pembangunan ranah permusikan dan kesenian pada umumnya.

Pidato kebudayaan ini rencananya akan diisi oleh Henry Casandra Gultom yang saat ini menjabat sebagai Ketua KPU Kota Semarang. Henry sendiri sebelumnya adalah pelaku musik yang pernah aktif di grup Lumpia Jazz.

Baca juga: Tradisi Tedhak Siten ala Ketua Dekase, Modifikasi Cara Lama dengan Gaya Kekinian

Kemudian di hari ke dua ditampilkan pula perform kelompok kesenian Sandul dari Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Seni tradisi ini merupakan perpaduan seni tutur dan tarian yang diiringi musik dari suara manusia. Biasanya kesenian Sandul ditambahi pula iringan musik minimalis dari kendang atau rebana.

Di hari ke tiga, kelompok Teater Pomponk dari Batam Kepulauan Riau turut andil dalam memyemarakkan Hari Musik Sedunia di Kota Semarang ini.

Di puncak sekaligus penutup peringatan Hari Musik Sedunia ini ditampilkan pertunjukan musik dari band-band dan musikus Kota Senarang. Mereka adalah Radical corps, OK Karaoke, Octopuz, Legi-legi People, Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ), serta Udin Larahan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER