BETANEWS.ID, SEMARANG – Generasi 90-an ke atas masih sering menjumpai pedagang wedangan atau es puter bersliweran di depan rumah menjajakan dagangannya. Masing-masing menyuarakan bunyi-bunyian khas sebagai identitas agar dikenali pelanggannya. Bahkan jam-jam beroperasinya hampir selalu sama setiap harinya. Beberapa pedagang juga memilih menetap di suatu tempat untuk berjualan.
Di masa kini, perbandingan penjual wedangan dan es puter kelilingan lebih sedikit daripada yang menetap. Warung kaki lima Wedangan dan Es Puter Pak Kirman adalah salah satu pedagang legendaris yang menetap di jalan MT Haryono atau masyarakat sekitar masih menyebutnya dengan nama jalan lama, Mataram.
Pak Kirman mengawali usaha ini sejak sekitar 50 tahun lalu. Saat ini Wedangan dan Es Puter Pak Kirman mempunyai cabang di Tlogosari. Bedanya, di cabang Tlogosari ini tempat wedangan Pak Kirman berupa warung permanen.
Baca juga: Warung Serba Rp6 Ribu di Semarang Ini Jadi Penyelamat Warga yang Tak Punya Banyak Uang
Wedangan Pak Kirman tak pernah sepi pembeli. Penikmatnya dari kalangan tua dan anak muda. Selain wedang ronde, wedang tahu menjadi salah satu yang dicari pelanggan Pak Kirman. Wedang tahu ini berupa gumpalan kembang tahu dalam semangkuk minuman jahe. Tekstur lembut kembang tahu dan pedasnya minuman jahe menimbulkan sensasi kesegaran tersendiri. Apalagi jahe memang dikenal sebagai rerimpangan berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti masuk angin atau flu.
“Ini kalau di tempat lain jahenya warnanya kuning, kalau di sini kan kecoklatan. Lebih segar. Enak di badan,” ungkap Iin, salah satu pelanggan.
Tak seperti wedang ronde atau kacang hijau yang banyak dijumpai di setiap sudut kota di Semarang, jenis wedangan Pak Kirman yang hanya bisa ditemukan di beberapa tempat tertentu saja adalah wedang kacang tanah, wedang roti, dan wedang tahu. Sama halnya dengan ketan duren, yang berupa semacam kolak dari buah durian yang dipadukan dengan isian ketan putih. Di Wedangan dan Es Puter Pak Kirman, menu ketan duren hanya ada di cabang Tlogosari.
Sementara es puter di warung Pak Kirman menjadi idola anak muda dan anak kecil. Ada pula orang dewasa atau orang tua yang memilih menu es puter sebagai klangenan. Maklum saja, penjual es puter saat ini susah ditemukan seiring maraknya es krim yang sekarang banyak dijual dengan harga murah.
Baca juga: Ramainya Judi Togel dan Diskotik Jadi Inspirasi Sugiyo Rintis Bubur Ayam yang Kini Laris Manis
Berbeda dengan es krim yang berbahan dasar susu, es puter terbuat dari santan yang dibekukan dengan menambahkan beberapa varian rasa. Tekstur es puter cenderung kasar dibanding es krim yang lembut. Sebutan es puter sendiri karena dalam proses pembekuan santannya dengan cara memutar-mutar tabung es-nya. Tabung es tersebut dimasukkan di dalam sebuah wadah berisi es batu bercampur garam, sebagai materi pembeku santan.
Alex, keponakan Pak Kirman yang mengelola Wedangan dan Es Puter Pak Kirman MT Haryono mengaku dalam sehari bisa menjual lebih dari 50 porsi.
“Ya, kalau yang beli 50 porsi lebih lah. Yang banyak dicari wedang ronde,” ujar Alex.
Semua varian wedangan Pak Kirman dijual dengan harga murah, yakni Rp7 ribu per porsi. Sementara es puternya dijual dengan harga Rp10 ribu per porsi. Wedangan dan Es Puter Pak Kirman mulai buka pukul 16.00 dan tutup pukul 22.00 WIB.
Editor: Ahmad Muhlisin

