BETANEWS.ID, DEMAK – Acara Grebeg Besar yang diadakan satu tahun sekali, menjadi momen paling ditunggu masyarakat Kabupaten Demak. Setelah melaksanakan salat Iduladha, mereka dengan segera berkumpul di sepanjang jalan Kadilangu untuk melihat iring-iringan prajurit patang puluhan.
Rangkaian juga tak kalah istimewanya dengan dua rekor yang terpecahkan. Warga Demak tetap antusias dan berbondong-bondong menyaksikan acara yang melibatkan dua wilayah tersebut.
Baca Juga: Warga Pesisir Morodemak Tolak Wacana Pengerukan Pasir Laut
Setelah melaksanakan salat Iduladha, warga Demak dengan segera berkumpul di sepanjang jalan Kadilangu untuk melihat iring-iringan prajurit patang puluhan.
Rute perjalanannya dimulai dari Pendopo Bupati Demak menuju ke makam Sunan Kalijaga. Para pejabat daerah, kemudian diarak dengan menunggangi kereta kencana dan diikuti beberapa pawai pegelaran seni budaya.
Berbagai aktrasi turut ditampilan dalam acara tersebut, diantaranya barongan, tari-tarian, fashion show, dan lain-lain. Masyarakat seketika ikut terbius dengan kemeriahnya, begitu juga dengan para wisatawan dari luar daerah.
Setelah sampai di Kadilangu, para pejabat pemerintah kabupaten (pemkab) Demak memasuki area makam untuk mengikuti inti dari acara Grebeg Besar, yakni posesi penjamasan dua pusaka Sunan Kalijaga, Kiai Cerubuk dan Rompi Ontokusumo.
Usai melangsungkan prosesi tersebut, para ahli waris Sunan Kalijaga menuju Pendopo Kadilangu dan memberikan berkat minyak penjamasan kepada masyarakat Demak.
Melihat antuias warga, Bupati Demak, Eisti’anah sangat bangga dengan berlangsungnya acara Grebeg Besar. Apalagi tahun ini dinilai paling meriah daripada kegiatan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tadi kita melaksanakan iring-iringan prajurit patang puluhan, bersama dengan pemerintah kabupaten Demak. Luar biasa sekali tahun ini, kita juga mengundang kabupaten tetangga untuk merekatkan hubungan,” katanya, Kamis (29/6/2023).
Baca Juga: Kurban Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi di Demak
Antusias memeriahkan Grebeg Besar juga turut dirasakan Gifar. Ia mengaku datang dari kota Semarang hanya untuk melihat pertunjukan iring-iringan prajurit patang puluhan dan mendapatkan berkah Sunan Kalijaga.
“Saya berangkat dari rumah setelah salat Ied pukul 7.00 WIB, sengaja bela-belain untuk melihat Grebeg Besar, karena saya ingin mendapatkan berkah Sunan Kalijaga,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

