BETANEWS.ID, JEPARA – Pemkab Jepara tahun depan bakal mengadakan festival ukir. Hal tersebut dilakukan untuk menggaungkan kembali predikat Jepara sebagai Kota Ukir.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Eriza Rudi Yulianto mengatakan, dalam gelaran Jepara International Furniture Buyer Week (JIFBW) yang diadakan tahun depan, akan ada gelaran festival ukir di dalamnya.
Baca Juga: Pakai PLTS, Ongkos Listrik Perajin Ukir di Jepara Jadi Lebih Hemat
“Kalau contohnya kemarin di Jobokuto kan ada karnaval sedekah bumi, ini karnaval mebel untuk menarik perhatian serta untuk menggaungkan suasana, biar masyarakat juga dapat menikmati adanya rangkain agenda JIFBW,” katanya.
Lebih lanjut, gelaran agenda JIFBW juga menjadi salah satu upaya untuk membentuk city branding Jepara sebagai Kota Ukir.
“Kita berupaya untuk menggagas city branding Jepara menjadi kota ukir sehingga orang yang mau beli mebel dalam skala besar mau nggak mau harus datang ke jepara, ” jelasnya.
Selain mengadakan karnaval, pelaksanaan JIFBW yang berbasis pada pameran online juga akan tetap dipertahankan. Sebab menurutnya sampai saat ini masih terdapat pembeli yang melakukan transaksi dari hasil kegiatan tersebut.
Sementara Ketua Steering Committee JIFBW, Jamhari menuturkan masalah terbesar yang dihadapi oleh industri mebel di Jepara saat ini adalah munculnya penjualan berbasis online yang juga marak menimbulkan penipuan.
Baca Juga: Jepara Diproyeksikan Jadi Kota Pariwisata dan Industri, Andalkan Ukir, Tenun Troso, dan Karimunjawa
Dia berharap Pemkab Jepara dapat menginisiasi terbentuknya marketplace khusus untuk menjual produk ukir.
“Fenomena yang paling mengkhawatirkan dengan berbasis online ini kan sering digunakan untuk penipuan. Selain itu ada distorsi pasar oleh penjual yang awur-awuran. Dengan marketplace resmi yang nanti kita gagas, harapannya hal-hal seperti itu bisa dihindarkan, bisa dicegahlah sejak awal,” tuturnya.
Editor: Haikal Rosyada

