Kandang Kerbau di Kolong Jembatan Kencing Disebut Berbahaya, Ini Alasannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Kolong Jembatan Kencing yang berada di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dimanfaatkan warga sekitar sebagai kandang ternak. Namun, hal itu disebut sangat beresiko terhadap kontruksi jembatan.

Pantauan lokasi, terlihat beberapa bangunan kandang ternak di bawah Jembatan yang melintang di atas Sungai Wulan. Bangunan kandang terbuat dari kayu dan berdiri di atas bentang sungai yang telah terjadi sedimentasi.

Baca Juga: 4 Hari Jembatan Kencing Ditutup, Perbaikan Telan anggaran Rp 1,4 M

-Advertisement-

Di dalam kandang tampak beberapa ekor kerbau. Namun, sang pemilik tak terlihat batang hidungnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto yang datang ke lokasi menyebut bahwa pemanfaatan kolong jembatan jadi kandang ternak sangat berbahaya. Perapian malam yang biasa dilakukan peternak untuk mengusir serangga sangat beresiko terhadap kontruksi jembatan.

“Perapian itu bisa mengakibatkan pemuaian elastomer (karet bantalan) dari bawah. Hal itu juga sangat beresiko terjadinya kebakaran yang justru akan merusak kontruksi jembatan,” ujar pria yang akrab disapa Arief kepada Betanews.id, Rabu (21/6/2023).

Arief mengungkapkan, Jembatan Kencing dibangun pada tahun 1990 atau 33 tahun yang lalu dan belum pernah direhab. Karena faktor usia, jembatan yang memiliki panjang 180 meter dan lebar sembilan meter itu pun mengalami pemuaian karet bantalan dan perenggangan yang cukup lebar di Expansion Joint atau sambungan jembatan.

“Serta ini diperparah dengan adanya kandang ternak di kolong jembatan, itu sangat beresiko. Terutama perapian yang dibuat peternak itu sangat berbahaya bagi Jembatan Kencing,” tandasnya.

Arief mengaku sudah melakukan teguran terkait pemanfaatan kolong Jembatan Kencing jadi kandang kerbau. Bahkan, pihaknya juga sudah melaporkanya ke Satpol PP, Kecamatan Jati, dan pemerintah desa setempat.

“Namun nyatanya, hingga saat ini kolong Jembatan Kencing masih digunakan untuk kandang kerbau,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Kencing yang berada di Jalan Lingkar Barat Kudus sejak hari ini, Rabu (21/6/2023) mulai diperbaiki. Dampak dari perbaikan tersebut, Jalan alternatif Kudus-Jepara itu pun ditutup selama empat hari.

Arief menyebut, perbaikan Jembatan Kencing meliputi elastomer (karet bantalan) dan Expansion Joint atau sambungan jembatan. Jadi tidak semua dibongkar.

“Tidak dibongkar semua. Yang dibongkar dan dilakukan perbaikan hanya sambungan jembatan,” ujarnya.

Baca Juga: Meski Tarik Ulur Angka 2 Persen, Kholid Yakin Raperda CSR Bisa Segera Disahkan

Selain perbaikan sambungan jembatan, kata dia, nantinya akan ditambal lagi atau proses Asphalt Concrete – Wearing Coarse (ACWC). Selanjutnya, akan dilakukan pengecatan ulang jembatan dan pengencangan baut satu-persatu.

“Perbaikan tersebut menelan dana kurang lebih Rp 1,4 milyar. Dana itu bersumber dari anggaran rutin,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER